Pastikan Aman Dari Tindakan Kriminal, Kapolda Kalbar Soroti Kasus Penganiayaan Bayi Yang Viral

Dalam press release kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) Pemberantasan Premanisme

Pastikan Aman Dari Tindakan Kriminal, Kapolda Kalbar Soroti Kasus Penganiayaan Bayi Yang Viral
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HADI SUDIRMANSYAH
Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M Husni Ramli menunjukan barang bukti bantal guling kasus Ayah angkat aniaya Bayi 4 tahun kepada Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono 

Kapolda Kalbar soroti kasus viral

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam press release kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) Pemberantasan Premanisme, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono soroti kasus Ayah Angkat Aniaya Bayi 4 tahun, Penganiayaan di Toko Arloji dan Judi.

Menurut Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, pelaksanaan Asian Games ke 18 Tahun 2018 ini, negera penyelenggara harus benar-benar aman dari segala tindakan kriminal seperti premanisme, jambret, pencurian, narkoba, penganiayaan dan lainnya yang termasuk penyakit masyarakat.

Baca: Jokowi Pilih Maruf Amin Jadi Cawapres, Daniel Johan Pastikan Relawan JOIN Tetap Jalan

"Dalam rangkaian pelaksanaan Asian Games ke 18 tahun 2018, meski diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Kapolri memerintahkan seluruh jajaran termasuk Kalbar untuk melakukan Cipta Kondisi menjelang Asian Games sebagai langkah antisipasi menebaknya aksi dan kejadian premanisme dan kejahatan jalanan agar tencipta kondisi aman dan terkendali," ujarnya.

"Dari beberapa kasus yang menonjol, kasus Penganiayaan di Toko Arloji yang viral, dan penganiayaan hingga menyebabkan kematian ayah angkat kepada bayi‎ usia 4 tahun," katanya.

Dikatakannya lagi," tahan emosi, termasuk kasus Ayah angkat aniaya bayi 4 tahun hinga mati, cuma gara-gara tak mau tidur, kalau belum ngantuk, kenapa di paksa tidur,"ujar Kapolda Kalbar.

Selain itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengapresiasi dua Polres jajaran yang wilayah hukumnya aman yakni Polres Melawi dan Polres Kayong Utara, karena tidak ada kegiatan kepolisian yang di tingkatkan (KKYD) Pemberantasan Premanisme yang di proses sidik.

"Kalau Polresta wajar tertinggi, penduduknya 200 ribu lebih, mungkin kedua wilayah itu telah menjalankan fungsinya dengan baik,"kata jenderal polisi bintng dua ini.

Ia menuturkan sepert tindakan preentiv yakni Fungisi Binmas dan Intelkan anggota di lapanganan dapat memberikan pencerahan dan penyuluhan hukum dengan baik.

"Selainnya, Preventiv yakni fungis Samapta dan Lalu lintas yang mereka lakukan seperti patroli di setiap saat dan melakukan razia, dan tindakan Represif yakni epenegakan hukum,"pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help