Pilpres 2019

Analisis Hotland Sitorus Terkait Deklarasi Capres-Cawapres

Faktor kemenangan nanti di Pilpres tentu siapa dengan siapa yang berpasangan, kemudian tentunya jualannya apa...

Analisis Hotland Sitorus Terkait Deklarasi Capres-Cawapres
IST
Hotland Sitorus 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Forum Akademisi IT (Fait), Hotland Sitorus menganalisis sejumlah pihak yang sudah mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres sebagai berikut.

Kalau deklarasi wajar-wajar saja, deklarasi arti mengumandangkan bahwa saya maju dengan siapa pasangan saya, dan didukung partai mana, itu wajar dalam hal untuk mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa akan ada yang maju capres dan cawapres, itu harus diumumkan sebelum kampanye.

Baca: Potensi Bentrok, Ketua KPU Larang Pasangan Capres dan Cawapres Daftar Berbarengan

Baca: Ini Bantahan Ustaz Abdul Somad Terkait Postingan Yang Sebut Dirinya Bersedia Maju Jadi Cawapres 2019

Memang nanti akan ada logo-logo partai, namun jika tidak ada nomor urut, tidak ada masalah.

Saya yakin yang bakal bertarung di Pilpres nantinya tetap Jokowi dan Prabowo, tetapi pertanyaannya adalah Prabowo dengan siapa, serta Jokowi dengan siapa, ini saling mengintai, ibaratnya main catur.

Prabowo menggandeng Cawapresnya, maka untuk menghadang itu bagaimana Jokowi, nampaknya seperti itu, kalau misalnya TNI ke TNI, maka Pak Jokowi akan mengambil Cawapresnya TNI, namun jika Prabowo dengan ulama, maka Jokowi juga akan dengan ulama, jadi saling mengintai, dan sangat ketat sampai tanggal 10 harus mendaftar baru kelihatan serta baru berhitung.

Sebenarnya kedya figur dikenal oleh masyarakat luas, tapi kalau saya lihat relawan paling militan dan kokoh Jokowi, misalnya beberapa hari lalu ada rapat umum relawan Jokowi.

Maka dari itu, bisa saya nilai diakar rumput Jokowi digerakkan oleh relawan selain dari mesin partai, sedangkan Prabowo saya belum melihat itu, mungkin saja ada tapi tidak kuat dan menyeluruh.

Faktor kemenangan nanti di Pilpres tentu siapa dengan siapa yang berpasangan, kemudian tentunya jualannya apa, kalau saya berharap tidak terjadi lagi menjual hal-hal yang tidak pantas untuk membangun demokrasi, jadi lebih baik membangun program saja.

Selain itu, bagaimana mereka menjual program dan apa yang telah mereka lakukan, itu terkait dengan masyarakat meyakini mendapatkan program terbaik untuk meningkat kesejahteraan serta kekuatan relawan dan mesin partai.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help