BPJS Kesehatan Bekali Jamaah Haji Pentingnya Jadi Peserta JKN-KIS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Pontianak mensosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional

BPJS Kesehatan Bekali Jamaah Haji Pentingnya Jadi Peserta JKN-KIS
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Sosialisasi BPJS Kesehatan Jamaah Haji Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Pontianak  mensosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) kepada Calon Jamaah Haji Kota Pontianak di Aula BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, Selasa (24/07).

Sosialisasi ini bertujuan agar calon jama''ah haji mengetahui pentingnya memiliki kartu JKN-KIS. BPJS Kesehatan di tingkat pusat juga telah melakukan kerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, kerjasama ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kesehatan bagi Jamaah Haji dan Petugas Haji.                                  

Kegiatan  ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak H. Ekhsan. S AG. M.S.i yang dalam pembukaannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Pontianak yang telah mengadakan kegiatan sosialisasi ini, jamaah haji harus mendapatkan perlindungan Kesehatan.

Baca: Jarot Nilai Wujudkan Sintang Lestari Tidaklah Mudah, Diperlukan Komitmen Semua Pihak

Baca: Jokowi Akan Jamu Para Sekjen Partai Koalisi, Catat Jadwalnya

“Usia, kesehatan dan rejeki itu memang rahasia Allah, tapi sebagai manusia kita perlu melakukan ikhtiar, dengan mendaftar menjadi Peserta JKN-KIS itu berarti kita berikhtiar untuk memproteksi diri kita. Jika saat berangkat Haji khususnya selama di Indonesia kita mengalami sakit, tidak perlu khawatir sudah ada yang menjamin,” ujar Ekhsan.

Kepala Cabang Pontianak Ansharuddin, juga menyampaikan beberapa hal termasuk beberapa kewajiban menjadi Peserta JKN-KIS. Sesuai Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial disebutkan bahwa setiap orang wajib menjadi peserta Program Jaminan Sosial, tidak terkecuali juga untuk calon jamaah haji Indonesia yang belum menjadi peserta JKN-KIS hal ini diperkuat lagi dengan kerjasama BPJS Kesehatan dengan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pendaftaran calon Jamaah Haji dapat dilakukan dengan dua mekanisme, pertama untuk pendaftaran Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara dan Non Penyelenggara Negara pendaftaran dilakukan oleh pemberi kerja masing-masing.

Kedua untuk pendaftaran Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja pendaftaran dapat dilakukan dengan berbagai layanan pendaftaran yang telah disediakan BPJS Kesehatan seperti pendaftaran melalui care center 1500400, pendaftaran melalui Kantor Cabang/Kabupaten BPJS Kesehatan, pendaftaran melalui website www.bpjs-kesehatan.go.id, pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN,  pendaftaran melalui kantor kecamatan/Dropbox, pendaftaran melalui Mobile Customer Service, pendaftaran melalui dropbox di kementerian agama setempat (sesuai kerjasama yang disepakati), dan pendaftaran di kanal-kanal lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. (adv)

Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved