Liga 1 Indonesia
Persebaya Vs Persib (Live): Adu Gengsi Pelatih dari Negara Pengekspor Pesepakbola Terbanyak Dunia
Baik Alfredo dan Mario Gómez sangat melekat dengan sepak bola menyerang mengandalkan perpaduan teknik dan kekompakan ala Tim Tango.
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.co.id/Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Laga Persebaya Vs Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (26/7/2018) malam, jadi ajang adu gengsi dua pelatih asal Argentina, Angel Alfredo Vera (Persebaya) dan Roberto Mario Carlos Gómez (Persib).
Kedua pelatih ini memiliki sejumlah kesamaan terutama taktik dan strategi.
Baik Alfredo dan Mario Gómez sangat melekat dengan sepak bola menyerang mengandalkan perpaduan teknik dan kekompakan ala Tim Tango.
Baca: Klasemen Liga 1 Indonesia 2018: Persib Berpeluang Gusur Barito Putera, Persija Mentok
Baca: Prediksi Persebaya vs Persib: Head to Head dan Perkiraan Pemain
Baca: Persebaya Vs Persib (Live): Head to Head, Perkiraan Pemain, dan Prediksi Persib Menang
Dari kesamaan inilah, laga Persebaya Vs Persib dipresiksi bakal berlangsung seru.
Kedua tim akan silih berganti membangun serangan dari semua lini dan langsung menusuk jantung pertahanan lawan.
Lantas siapakah yang memenangkan laga nanti?
Pastinya Alfredo dan Mario Gómez memiliki peluang yang sama untuk keluar sebagai pemenang.
Berikut ini kami rangkum profil kedua pelatih asal Argantina tersebut:
Angel Alfredo Vera lahir di Argentina, 18 Agustus 1972. Alfredo merupakan mantan pemain sepakbola profesional.
Dia memegang Lisensi Kepelatihan 'A' dari Asosiasi Sepak bola Argentina.
Namun, izin tersebut sempat dipertanyakan oleh PSSI merujuk pada aturan seorang pelatih klub- tertinggi divisi utama harus memiliki lisensi yang sama dengan Lisensi 'A' AFC .
Ia menanggapi masalah tersebut dimana Asosiasi Sepak bola Malaysiayang tidak mempertanyakan kepelatihan Mario Gomez sesama orang Argentina yang bertugas di Johor Darul Ta'Zim F. C. pada 2016 silam.
Pada akhirnya, ia dipecat dari klub yang pernah juara lima kali di divisi atas Indonesia karena hal ini.
Setelah itu, manajer Persebaya Surabaya menunjuk Alfredo menjadi Pelatih kepala di pertengahan musim (setelah Iwan Setiawan dipecat), dengan tujuan untuk mendapatkan promosi ke Liga 1 seperti yang ia lakukan dengan Persipura Jayapura.