Citizen Reporter

Bupati Sanggau Letakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Di Pintu Sepuluh

“Disamping itu, umat diharapkan kompak serta semangat gotong royong masyarakat harus tetap terjaga, ” katanya.

Bupati Sanggau Letakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Di Pintu Sepuluh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Bupati Sanggau, Paolus Hadi didampingi Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Yulius Mencuccini dan undangan lainya saat meletakan batu pertama pembangunan Gereja St Yosef Freinademetz stasi Pintu Sepuluh Sungai Adong, Paroki Meliau, Kamis s(19/7/2018) 

Citizen Reporter

Staf Diskominfo Sanggau

Sukardi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU -  Umat katolik di Pintu Sepuluh Sungai Adong, desa Melobok, kecamatan Meliau, kabupaten Sanggau sangat antusias saat menghadiri acara pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan Gereja St Yosef Freinademetz stasi Pintu Sepuluh Sungai Adong, Paroki Meliau, Kamis s(19/7/2018).

Ketua panitia pembangunan gereja, Andreas Ajan melaporkan bahwa bangunan lama gereja St Yosef Freinademetz dibangun secara gotong royong sejak tahun 1996 dengan ukuran 6x9 meter persegi, dimana jumlah umat saat itu sebanyak 36 kk atau 108 jiwa.

Baca: Pemprov Kalbar Masih Tunggu Kepastian Jokowi Hadir Buka Pesparawi Di Kalbar

Baca: Anggota DPRD Sanggau Ini Akui Belum Temukan Solusi Yang Baik Cegah Karhutla

“Seiring dengan berjalannya waktu jumlah umat semakin berkembang hingga saat ini mencapai 88 KK atau sebanyak 306 jiwa. maka bangunan gereja lama tersebut selain sudah tua juga sudah tidak bisa menampung umat dalam beribadat, ” katanya.

Untuk itulah, sudah sewajarnya umat membangun Gereja yang permanen sesuai kapasitas umat yang ada.

Namun hal itu juga harus didukung oleh Pemerintah Daerah maupun pihak keuskupan dan pihak paroki.

Uskup Sanggau Mgr Julius Mencuccini, CP dalam kesempatan itu mengatakan bahwa, jika seseorang ingin membangun sebuah bangunan ataupun rumah baginya, maka ia harus memilih tempat yang baik pula sehingga bangunan diatasnya dapat berdiri kuat, kokoh dan tidak tergoyahkan.

“Begitu juga sama halnya dalam mendirikan rumah ibadah maka umat harus membangunnya atas dasar iman yang kuat, berswadaya, dengan semangat kekompakan dan gotong royong yang tinggi sehingga apa yang diinginkan, terutama bangunan gereja yang permanen dapat terselesaikan baik pula, ” katanya.

Halaman
12
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help