Anggota DPRD Sanggau Ini Akui Belum Temukan Solusi Yang Baik Cegah Karhutla

“Setelah itu baru dibajak, kemudian dipupuk baru ditugal. Itu salah cara untuk menghindari adanya kebakaran lahan untuk bertani, ” ujarnya.

Anggota DPRD Sanggau Ini Akui Belum Temukan Solusi Yang Baik Cegah Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Anggota Komisi A DPRD Sanggau, Akmal SE 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Anggota Komisi A DPRD Sanggau, Akmal SE menyampaikan, selain sosialiasi secara intens kepada masyarakat terkait pembakaran lahan, DPRD Sanggau belum menemukan solusi yang baik untuk hal tersebut.

“Untuk saat ini yang sosialisasikan terus kepada masyarakat bahwa apabila membakar akan ditindak. Memang sampai sekarang kita belum dapat solusi yang akan kita ambil,” katanya.

Baca: Waspada Penyakit di Musim Kemarau! Ini Cara Pencegahannya

Baca: PSSI Pontianak Ajak Dukung Langsung Persipon Pontianak

Baca: Maju Caleg DPRD Sanggau, Bumbun Ingin Kawal Pembangunan Dari Pinggiran Ke Kota

Terkait saran agar pemerintah menganggarkan pengadaan alat berat untuk membantu warga membuka lahan, sehingga tidak lagi mereka melakukannya dengan cara membakar, ia menjelaskan, hal itu perlu pertimbangan matang.

“Karena ini kan menyangkut APBD, Kita tahu sendiri APBD untuk memenuhi kegiatan yang ada masih sangat kurang. Kalau memang mau dibebankan ke APBD lagi, tentu harus dengan perhitungan yang matang,” tuturnya.

Politisi PKPI Sanggau itu menjelaskan, kebakaran lahan tidak tidak hanya terjadi di satu titik.

Walaupun masyarakat di satu titik itu diberikan tractor atau alat berat untuk membuka lahan, dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan dari yang lain.

“Kalau kita bisa lakukan serentak kan lebih bagus. Misalnya 15 kecamatan satu, tapi berapa besar biaya kalau dibebankan ke APBD, tentu besar. Belum lagi operasionalnya. Itu yang memang kita jaga, ” jelasnya.

“Saya rasa masukan itu bagus, tapi harus kita kaji lebih dalam. Karena APBD kita yang terbatas ini. Tapi mungkin nanti kita minta bantuan dari pusat atau bagaimana, saya pikir tidak ada salahnya. tapi kalau ada solusi yang lain, kita cari sama-sama,” tambahnya.

Sebelumnya, Memasuki musim kemarau, tentunya tak terlepas dari adanya Karhutla. Untuk itu, Pemuda Pedalaman Kecamatan Tayan Hulu, Amin SH berharap ada solusi yang diberikan dari Pemerintah untuk menghindari terjadinya karhutla terlebih bagi petani yang membakar ladang untuk tanam padi.

“Kalau masyarakat adat bertani dan berladang berpindah-pindah sudah menjadi turun temurun. Tentunya dengan cara dibakar supaya padi yang ditanam tumbuh dengan baik, ” katanya, Selasa (17/7).

Amin CS sapaan akrabnya menjelaskan, untuk menghindari karhutla, Pemerintah bisa saja menyediakan alat untuk petani bertani, seperti Tratktor atau eksapator digunakan untuk staking lahan yang hendak dibuat ladang.

“Setelah itu baru dibajak, kemudian dipupuk baru ditugal. Itu salah cara untuk menghindari adanya kebakaran lahan untuk bertani, ” ujarnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved