Citizen Reporter

BPNB Kalbar Akan Gelar Kongres Kebudayaan ke-V di Bengkayang

Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat (BPNB Kalbar) akan menyelenggarakan Kongres Kebudayaan Kalimantan Barat V.

BPNB Kalbar Akan Gelar Kongres Kebudayaan ke-V di Bengkayang
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Pementasan tari yang berjudul Tampun Juah utusan dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalimantan Barat pada perhelatan Festival Tari Multikultur yang diselenggarakan oleh BPNB Kalbar di Rumah Radakng, Pontianak, Jumat (12/5/2017) malam. BPNB Kalbar meraih penyaji terbaik 1 dan penata tari terbaik. Kegiatan yang berlangsung sejak 12-13 Mei 2017 ini mengangkat tema Harmoni Dalam Kebhinekaan, Menjaga Ketahanan Budaya Bangsa Melalui Ekspresi Seni. Dan bertujuan untuk memberikan ruang berekspresi sekaligus wujud apresiasi kepada para seniman/seniwati atas kesetiawannya menjaga budaya bangsa. Festival yang pertama kalinya digelar BPNB se Indonesia ini diikuti oleh 11 BPNB se Indonesia.TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Citizen Reporter
Moch. Andre WP
Kasubbag TU BPNB Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat (BPNB Kalbar) akan menyelenggarakan Kongres Kebudayaan Kalimantan Barat V Tahun 2018 di Bengkayang pada 23 hingga 26 Juli 2018.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Kita Memajukan Kebudayaan Daerah Untuk Kebhinekaan Indonesia” ini akan dibuka oleh Sekretaris Daerah mewakili Gubernur Kalbar, dan dihadiri oleh Dirjen Kebudayaan, Kepala UPT Kemdikbud di wilayah Kalimantan, Biro Kesra Setda Prov. Kalbar, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi dan kab/kota.

Kongres Kebudayaan Kalbar V akan diikuti oleh sekitar 100 orang peserta dari berbagai unsur, yang selama ini telah memberi perhatian dan bekerja untuk memajukan kebudayaan daerah.

Baca: BPNB Kalbar Berikan Bantuan Satu Helikopter untuk Pemkab Ketapang

Mereka mewakili instansi pemerintah, DPRD, serta representasi dari masyarakat Kalimantan Barat, seperti akademisi, paguyuban etnis/lembaga adat, tokoh kebudayaan, seniman, pegiat budaya, serta organisasi non-pemerintah.

BPNB Kalbar sebagai satuan kerja Kemdikbud memfasilitasi kongres ini dengan harapan para pemangku kepentingan di bidang kebudayaan dapat saling bertemu dan duduk bersama untuk meningkatkan komunikasi, menyinergikan potensi, serta membangun kesepahaman.

Khususnya dalam menyusun strategi dan merumuskan program yang tepat untuk melakukan upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan daerah.

Kongres Kebudayaan Kalbar V bertujuan untuk menyosialisasikan Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Seperti yang tercantum di dalam UU Pemajuan Kebudayaan, salah satu pedoman dalam pemajuan kebudayaan adalah Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang dirumuskan di tingkat kabupaten/kota dan selanjutnya akan dijadikan sebagai dasar bagi penyusunan PPKD di tingkat provinsi.

Penyiapan PPKD ini melibatkan partisipasi masyarakat, terutama dalam upaya memenuhi kebutuhan konsolidasi data objek budaya yang terdapat di daerah.

Kongres kebudayaan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa informasi mengenai kondisi objek budaya dan permasalahan yang dihadapi dalam pemajuan objek budaya tersebut.

Selain itu, Pemerintah juga memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas tata kelola kebudayaan melalui platform Indonesiana.

Salah satu realisasinya adalah melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang akan dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Kongres Kebudayaan Kalbar V dipandang dapat menjadi forum yang strategis untuk menghasilkan rumusan-rumusan pemikiran mengenai kegiatan kebudayaan daerah yang selaras dengan ide dan tujuan dari platform Indonesiana tersebut.

Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help