Pemkot Pontianak Akan Data dan Beri Bantuan ke Pengemis

Pemerintah kota melalui Dinsos sudah melakukan pembinaan dengan mendata pengemis, termasuklah yang suka meminta-minta di Masjid.

Pemkot Pontianak Akan Data dan Beri Bantuan ke Pengemis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Seorang pengemis sedang meminta-minta di perempatan jalan Jl KH Wahid Hasyim-Jl Johar, Pontianak, Kalbar, Jumat (8/7/2016) siang. Momentum hari raya kerap dimanfaat pengemis untuk menarik simpati warga yang berhenti di traffic light. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tak hanya anak-anak yang akan diamankan apabila nekad meminta-minta, namun orangtua juga akan diamankan oleh dinas terkait untuk menjaga ketertiban Kota Pontianak.

Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Aswin Djafar menuturkan jika memang ada warga Kota Pontianak yang menjadi pengemis atau meminta-minta sesuai dengan instruk dan kebijakan yang ada di Pemerintah Kota Pontianak maka pihaknya akan mendata dan mereka diberikan bantuan sosial, sehingga tak menjadi pengemis lagi.

"Untuk orang-orang yang belum beruntung, atau kurang mampu, Pemerintah kota melalui Dinsos sudah melakukan pembinaan dengan mendata pengemis, termasuklah yang suka meminta-minta di Masjid," ucap Aswin Djafar.

Baca: Beberapa Jam Sebelum Dicopot Dari Jabatannya, Kapolres Ketapang AKBP Sunario Lakukan Ini

Baik anak-anak maupun dewasa, menurutnya akan didata dan diberikan bantuan agar meningkatkan kesejahteraannya, sehingga merka tak meminta-minta lagi.

"Selama ini yang didapat dilapangan bukanlah warga Pontianak sehingga pemerintah tak bisa memberikan bantuan, namun hanya bisa dipulangkan kedaerah asalnya," tambah Aswin.

Kalau memang yang meminta-minta adalah warga Pontianak, ia pastikan akan didata dan diajukan pada Wali Kota Pontianak untuk diberikan bantuan sesuai dengan aturan yang ada. Dalam satu bulan mereka dapat 15 kilogram beras, mereka ambil sendiri di kantor Dinsos.

Aswin mengharapkan orangtua tak memanfaatkan anaknya untuk menjadi profesi meminta-minta, karena itu akan membahayakan mereka juga.

Selain itu, apabila yang memanfaarkan anak bayinya dengan menggendong dilampu-lampu merah dengan tujuan mendapatkan belas kasian warga lainnya, harua segera berhenti dan akan didata kalau memang warga Pontianak pasti akan diberikan bantuan.

"Kita terus melakukan validasi data terkait penduduk Kota Pontianak. Setiap enam bulan sekali seluruh data yang ada terus divalidasi agar tepat sasaran," tambahnya.

Memang diakuinya Pontianak adalah kita yang menjadi tujuan pengemis musiman karena sering kali mereka diamankan ternyata bukan warga Pontianak.

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved