Advetorial

Yuk Simak, Deputi Direksi Bidang Diklat BPJS Kesehatan Menjadi Frontlinet Layani Langsung Masyarakat

Tak hanya itu, mereka pun turut menjadi Frontliner, melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.

Yuk Simak, Deputi Direksi Bidang Diklat BPJS Kesehatan Menjadi Frontlinet Layani Langsung Masyarakat
ISTIMEWA
Petugas BPJS Kesehatan memberikan penyuluhan kepada pelanggan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Lebih dari empat tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan berjalan.  Sebagai satu di antara rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke-50, serta dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, para Direksi dan senior leader BPJS Kesehatan terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Tak hanya itu, mereka pun turut menjadi Frontliner, melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.

Selain Kepala Cabang BPJS Kesehatan yang telah memberikan pelayanan kepada peserta beberapa waktu lalu, Kamis (12/7) BPJS Kesehatan Pontianak juga kedatangan Deputi Direksi Bidang Pendidikan dan Pelatihan dari Kantor Pusat yaitu Afrizayanti. 

(Baca: Polsek Entikong Raih Penghargaan dari BNNK Sanggau, Ini Prestasinya )

Kedatangannya ke Kantor Cabang Pontianak merupakan salah satu wujud komitmen BPJS Kesehatan dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS.

“Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas, untuk itu ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Deputi Direksi Bidang Diklat BPJS Kesehatan Afrizayanti usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Pontianak, Kamis (12/07).

“Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri, kebanyakan peserta yang saya layani tadi ingin mendaftar jadi peserta, saat ini peserta yang ingin mendaftar atau ingin mendapatkan layanan administrasi lainnya bisa langsung aja di Aplikasi Mobile JKN bisa di download di Handphone melalui Playstore atau Appstore, jadi tidak perlu mengantri dapat dilakukan sendiri kapanpun dan dimanapun” ucap Eza sapaan akrabnya.

Menurut Eza jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Jika hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80% dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk.

Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk.

“Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama, ” kata Afrizayanti.

Semakin pesatnya pertumbuhan peserta JKN-KIS harus diiringi dengan pertambahan Fasilitas Kesehatan.

“Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Pontianak yang wialyah kerjanya mencakup Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Landak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten kayong Utara telah bekerja sama dengan 187 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 105 puskesmas, 9 dokter praktik gigi, Klinik TNI 10, klinik Pratama 22, klinik Polri 8, dan 33 dokter praktik perorangan. Sementara itu di tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan Cabang Pontianak telah bermitra dengan 17 Rumah Sakit dan 4 Klinik Utama dan 13 Optik” Tutur Ansharuddin Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak saat mendampingi Deputi Direksi Bidang Diklat BPJS Kesehatan. (Adv)

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved