Citizen Reporter

Pontianak Perlu Rancang Strategi Cegah Banjir Dalam Jangka Panjang

Semua masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama menjaga parit tetap bersih kemudian mempertahankan permukaan air tanah

Pontianak Perlu Rancang Strategi Cegah Banjir Dalam Jangka Panjang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Dosen Untan, Kiki Priyo Utomo. 

News Analisis
Kiki Priyo Utomo
Dosen Teknik Lingkungan Untan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kalau menurut saya memang penanganan banjir di Kota Pontianak harus dirancang dalam jangka panjang, yang pertama ruang untuk air harus cukup. Pontiabak secara alami adalah tempat berakhirnya aliran Sungai Kapuas jadi harus ada ruang untuk air itu bentuknya mungkin bisa saluran atau yang lainnya.

Kalau dalam bentuk praktisnya yang penting adalah menjaga supaya parit itu lebarnya cukup tidak berkurang dan terhubung satu sama lain dan airnya semua terhubung ke Sungai Kapuas.

Baca: Kapolres Sanggau Rilis Pengungkapan Kasus Narkotika, Ini Suasananya!

Baca: Kronologi Polisi Tendang Ibu-ibu, Kapolri Marah Besar!

Kedua karena kita daerah datar dan beda tingginya relatif kecil dengan laut bahkan pada saat pasang seperti disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Pontianak, Pak Ismail ada yang lebih rendah dari tinggi pasang maksimal dan itu benar, maka cara mencegahnterjadinya banjir dengan mempertahan daerah reaapan tidak membuka lahan baru.

Kita juga harus menjaga saluran agar tidak terjadi penurunan kualitas baik karena beban dari atas atau karena erosi atau yang paling penting yang masih belum banyak di pelajari di Pontianak adalah kemungkinan akibat pemompaan air tanah keluar dari lapisan-lapisan dibawah permukaan tanah.

Tapi saya tidak tahu apakah itu mungkin tidak terjadi di kota pontianak menginggat struktur biologinya yang saya juga tidak begitu paham.

Semua masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama menjaga parit tetap bersih kemudian mempertahankan permukaan air tanah dan mencegah penurunan permukaan tanah itu yang saya rasa harus dilakukan.

Saya juga melihat adanya rencana pemetaan yang memusatkan pemukiman dipinggiran kota atau luar kota, harus melihat apakah pemindahan itu tidak justru menimbulkan resiko baru dengan pembukaan lahan yang seharusnya dipertahankan sebagai daerah resapan.

Sejauh ini kota sudah melakukannya dengan cukup baik, artinya kota tidak memindahkan pemukiman atau membuat permukiman b wargabaru didaerah yang lapisan gambut tebal.

Perlu memang sebuah penelitian yang harus dilakukan terkait cakupkan informasi tentang berapa besar, berapa lama, berapa sering banjir terjadi di Pontianak selama setahun. Mungkin itu bisa digali dari penelitian yang sudah dilakukan dan rencananya tim gabungan dari Bank Dunia ini juga akan melakukan itu (penelitian) jadi nanti kita bisa mrlihat hasilnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help