Liputan Khusus

Peredaran Oli Palsu di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan Majemen Honda

Kalau oli palsu, kode produksi hurufnya agak besar, dan antara tutup botol dengan botol serta kode produksi tidak sejajar.

Peredaran Oli Palsu di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan Majemen Honda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Kepala Bengkel Honda Putussibau, Dedek Espen saat menunjukkan oli yang asli. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menyikapi oli palsu yang beredar di Kalimantan Barat, Branch Manager Honda Cabang Putussibau Agustinus menyatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sempat dipanggil Polres untuk memverifikasi keberadaan oli palsu tersebut.

"Bisa jadi kemungkinan ada laporan masyarakat ke pihak Polisi, terhadap temuan oli palsu tersebut di bengkel luar. Sehingga polisi memanggil kami terhadap dugaan oli palsu tersebut," ujarnya kepada Tribun, Kamis (12/7/2018).

Baca: WASPADA! Oli Palsu Beredar di Kalbar

Dengan ini, Agustinus mengimbau, kepada masyarakat Kapuas Hulu untuk berhati-hati memilih atau mengantikan oli, untuk kendaraan sebab sudah ada oli palsu. "Kalau mau ganti oli harus teliti tanya dulu," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bengkel Honda Putussibau, Dedek Espendi menjelaskan, untuk perbedaan oli palsu dan asli seperti, kalau yang oli asli kode produksi hurufnya kecil, tutup botol dengan botol sejajar dengan kode produksi, terus jendela transparan botol lebih kecil, sumbangan botol lebih rapi, atau seperti tak tampak sambungan.

"Kemudian tanda yang asli seperti, tulisan merk oli lebih cerah, dengan beagron sedikit kusam, dan isi oli warnanya hitam pekat. Jadi inilah tanda-tanda oli yang asli," ujarnya kepada Tribun.

Sedangkan oli yang palsu seperti, kode produksi hurufnya agak besar, dan antara tutup botol dengan botol serta kode produksi tidak sejajar.

Kemudian, tulisan merk oli tidak terang dan malah beagron terlihat cerah. "Isi oli palsu warnanya bening dan sedikit encer," ungkapnya.

Sejumlah warga Putussibau merasa kuwatir adanya beredar oli palsu di Kalbar. Seperti seorang warga Putussibau Selatan, Muhammad Fiqri. Kalau dirinya sedikitpun kuwatir terhadap informasi tersebut.

"Bahaya kalau sudah seperti ini, sebagainya konsumen tidak terjamin. Karena niat kita ganti oli untuk kesehatan kendaraan malah, memperburuk kendaraan kita," ujarnya kepada Tribun.

Fiqri meminta kepada pihak terkait seperti Kepolisian dan pihak Honda untuk melakukan investigasi sejauh mana apakah oli palsu sudah beredar di Kapuas Hulu. "Tolonglah para bengkel untuk tidak menjual oli palsu," ungkapnya.

Warga Putussibau lainnya, Andre menyatakan kalau dirinya setiap ganti oli tak pernah ke bengkel, langsung datang ke agen langsung. Supaya oli palsu tidak mudah masuk ke dalam mesin kendaraan.

"Sekarang memang bahaya sekali, karena berbagai macam cara orang untuk meraup keuangan. Dimana harus mengorbankan konsumen. Kita minta polisi harus tegas yang sengaja menjual oli palsu," ungkapnya.

Ketua Anggota DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah menyayangkan sekali kalau memang ada oli palsu yang berdiri di Kalbar. "Kalau benar berarti itu sudah jelas melanggar undang-undang perlindungan konsumen," ujarnya kepada Tribun.

Dengan ini, Rajuliansyah meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi terkait dugaannya keberadaan oli palsu khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu. "Kalau terbukti ada bengkel atau pihak lain menjual oli palsu, harus ditindak dengan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," ucapnya.

Rajuliansyah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, untuk berhati-hati dan waspada terhadap oli palsu. "Kalau mau ganti oli lihat dulu keaslian oli tersebut. Begitu juga pihak perusahaan oli harus segera melakukan sosialisasi terkait oli palsu dan yang asli," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved