Meninggal Dunia Saat Menyelesaikan Berkas Bacaleg, Jenazah Namrun Leru Saat Ini Telah Dimakamkan

Jenazah Ketua DPC Hanura Kayong Utara, Namrun Leru telah dimakamkan di Sukadana, Kayong Utara

Meninggal Dunia Saat Menyelesaikan Berkas Bacaleg, Jenazah Namrun Leru Saat Ini Telah Dimakamkan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Calon Bupati Kayong Utara Terpilih, Citra Duani saat melihat jenazah Ketua DPC Hanura Kayong Utara, Namrun Leru di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Rabu (11/7/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRINUNPONTIANAK CO.ID, KAYONG UTARA - Jenazah Ketua DPC Hanura Kayong Utara, Namrun Leru telah dimakamkan di Sukadana, Kayong Utara, Kamis (12/7/2018) sekitar Pukul 10.00 WIB.

Calon Bupati Kayong Utara Terpilih, Citra Duani yang juga hadir di acara pemakaman ini mengatakan, pada Senin (9/7/2018) almarhum masih sempat menginap di rumahnya dengan membawa delapan orang bakal calon legislatif (Bacaleg).

"Besoknya, Selasa, almarhum mengurus persyaratan berkas pencalonan hingga malam hari, almarhum bilang sudah diurus semua Bacaleg," katanya kepada wartawan.

Baca: Beredar di Penjuru Kalbar, Dewan Desak Polisi Lakukan Razia Oli Palsu

Sementara pada Rabu (11/7/2018), almarhum menyempatkan diri bertandang ke DPD Hanura Pontianak, sebelum kemudian berjalan-jalan menikmati waktu di Pontianak.

"Waktu itu masih segar dan enjoy, tidak ada tanda-tanda kecapekan, sehabis Maghrib almarhum masih sempat berdiskusi pencalonan (Caleg)," terangnya.

Almarhum mulai merasakan sesak nafas setelah mandi, spontan almarhum pun meminta bantuan oksigen.

Akan tetapi, lanjut Citra, rupanya dokter dan apotek terdekat tidak menyediakan oksigen sama sekali.

Akhirnya, almarhum pun dilarikan ke Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak.

"Sesampainya di rumah sakit langsung diberikan pertolongan pertama, almarhum ternyata memiliki riwayat penyakit jantung," ungkapnya.

Menurut Citra, petugas media di rumah sakit itu masih sempat berganti-gantian menggunakan alat pacu jantung ke almarhum hingga jantungnya normal.

Sedangkan dokter sempat mengatakan kepada dirinya jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.

"Tapi ndak sampai sepuluh menit serangan yang sama terjadi lagi, petugas medis langsung cek, akhirnya sekitar Pukul 20.50 WIB almarhum dinyatakan meninggal dunia," paparnya.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved