Masyarakat Khawatir Oli Palsu Beredar di Ketapang

Terkait ditemukannya oli untuk kendaraan yang diduga kuat palsu telah beredar di Kalimantan Barat khususnya Pontianak.

Masyarakat Khawatir Oli Palsu Beredar di Ketapang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Parts Sub Dept Head PT Astra International Tbk - Honda Kantor Wilayah Kalimantan Barat, Agustoni Hioe menunjukkan hologram produk oli yang diduga palsu karena tulisan hologram yang terbalik dan posisi hologram bukan seperti pada kemasan asli di kemasan botol oli MPX 1, di Kantor Wilayah Honda Kalimantan Barat, di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/7/2018) siang. Penggunaan oli palsu dapat merugikan masyarakat yang dapat mempengaruhi performa mesin motor hingga tidak berlakunya garansi mesin motor tersebut. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait ditemukannya oli untuk kendaraan yang diduga kuat palsu telah beredar di Kalimantan Barat khususnya Pontianak.

Hal tersebut juga membuat masyarakat Ketapang resah karena khawatir oli palsu itu juga beredar di daerahnya.

“Tentu kita resah karena khawatir oli palsu itu juga beredar di Ketapang,” kata Lia (27) warga Desa Sungai Awan Kiri Kecamatan Muara Pawan kepada awak media di Ketapang, Kamis (12/7/2018).

Ia juga menduga bahwa oli palsu kemungkinan sudah beredar di Ketapang. Lantaran beberapa kali ia mengganti oli motornya ada perbedaan-perbedaan yang dilihatnya. Khususnya pada banyaknya oli sisa dalam bak oli kendaraanya saat ganti oli baru.

Baca: Lebih Hemat, Beli Produk Solid Gradino di Studio Bangunan Dapat Dikson All Item 30 Persen

Menurutnya ada beberapa kali ia mendapati oli dalam bak oli motornya selain sudah beruba warna juga hanya tersisa sedikit. Sedangkan lainnya ketika ia menganti oli motornya sisa olinya masih banyak dan hanya berubah warna.

Pada hal ia merasa tiap ganti oli waktu pemakaian motornya lebih kurang sama. “Tapi selama ini saya tak merasa di antara itu ada oli yang palsu. Bisa juga semuanya asli tapi karena hal-hal tertentu saja menyebabkan itu terjadi,” ungkapnya.

“Jadi ketika mendapatkan kabar ini baru terpikir mungkin saja ada oli palsu yang digantikan ke motor saya selama ini. Tapi sekali lagi apakah ada yang palsu saya tak tahu,” lanjutnya.

Ia berharap terkait adanya oli palsu beredar di Pontianak. Maka pihak berwenang melakukan langkah-langkah untuk mengetahui apakah ada oli palsu atau tidak di Ketapang. “Kalau memang ada kita minta pelaku dihukum,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir mengapresasi pengungkapan dugaan beredarnya oli palsu di Pontianak ini.

Namun ia berharap langkah itu juga harus dilakukan hingga ke daerah-daerah se Kalbar lain termasuk di Ketapang.

“Pertama tentu kita sangat mengapresasi keberhasilan pengungkaan peredaran oli yang diduga palsu di Pontianak tersebut. Selanjutnya kita minta hal serupa juga dilakukan diseluruh Kalbar termasuk Ketapang,” kata Jamhuri.

Ia berharap pengungkapan peredaran oli palsu itu harus sampai keakar-akarnya. Misalnya tidak hanya sampai pada penjual tapi hingga penyalur dan pembuat. “Meski pembuatnya di luar Kalbar kita minta harus ditangkap juga,” tegasnya.

Ditegaskannya kemudian siapa pun para pelaku harus ditindak tegas dan dihukum sesuai peraturan yang berlaku. “Kita harap kepolisian bertindak profeesional tanpa tembang pilih dalam menegakkan hukum,” harapnya.

Penulis: Subandi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved