Herman Hofi Minta Pemkot Pontianak Mulai Pikirkan Terkait Operasional Kontainer untuk Jangka Panjang

Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar menyambut baik adanya wacara Dinas Perhubungan Kota Pontianak

Herman Hofi Minta Pemkot Pontianak Mulai Pikirkan Terkait Operasional Kontainer untuk Jangka Panjang
IST/TRIBUNFILE
Herman Hofi Munawar 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar menyambut baik adanya wacara Dinas Perhubungan Kota Pontianak yang akan membuat payung hukum untuk mengatur lalulintas operasional kontainer dan tronton.

"Terkait payung hukum untuk mengatur lalulintas kendaraan besar ini cukup berupa Perwa, Sebab pada titik tertentu pasti akan mengalami perubahan nantinya," ucap Herman Hofi Munawar saat diwawancarai, Kamis (12/8/2018).

Pengaturan waktu operasional kontainer ini sifatnya sementara, ketika infrastruktur sudah terbangun dengan baik tentu akan trjadi prubahan lagi.

Baca: OJK Cabut Izin Usaha BPR Sambas Arta Singkawang, Ini Penyebabnya

"Perwa sudah cukup mempunyai dasar hukum yang kuat untuk Dishub menjalankan tugas mereka melakukan penindakan," tegasnya.

Kedepan Herman Hofi meminta pemerintah harus memikirkan lebih lanjut, bagaimana nantinya para tronton atau kontainer ini tidak mengganggu lalulintas di Kota Pontianak.

Harus mukai difikirkan pembuatan jembatan atau mungkin fery penyeberangan khusus. Memang saat ini disebutnya ada dilematis terkait operasional tronton. Satu sisi kalau tidak dilarang dengan jadwal-jadwal yang ditentukan sudah terlalu banyak korban jiwa dan juga arus lalulintas terhambat.

"Bahkan lebih parah lagi, banyak tronton mengisi minyak di SPBU Imam Bonjol, sementara jalan itu kecil dan membuat kemacetan serta tak jarang terjadi kecelakaan di Imam Bonjol," tegasnya.

Memang dilematis, kalau operasional tronton dihalangi maka akan berdampak pada distribusi barang. Mala perlu dicermati oleh semua pihak, duduk semeja dari Pemkot Pontianak bersma para pengusaha kontainer ini untuk mencari solusi dan sebagainya.

"Kemudian solusi dalam waktu yang singkat memang harus pengaturan jadwal dan rute. Jadwal yang mau diterapkan oleh Dishub sudah sangat baik yaitu beroperasi malam sampai subuh hari," ucapnya.

Namun soliso jangka menengah tentu pihaknya mendorong Pemkot Pontianak menyediakan fery penyebarangan khusus tronton dan kendaraan besar lainnya.

Hal ini dilakukan sambil menunggu pemerintah pusat mengucurkan anggaran membangun Jembatan Kapuas III.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help