Abuya Habib Muhammad Ridho Bin Ahmad Bin Yahya di Mata Sang Anak Habib Ahmad Zaki bin Yahya

Habib Zaki menambahkan, Bahkan dalam suatu ketika Habib Ridho pernah berkeliling kelas dan menemui sebuah kelas yang tidak ada guru

Abuya Habib Muhammad Ridho Bin Ahmad Bin Yahya di Mata Sang Anak Habib Ahmad Zaki bin Yahya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Foto bersama (dari kiri ke kanan), Abuya Habib Muhammad Ridho Bin Ahmad Bin Yahya, Habib Ahmad Zaki bin Yahya saat memberikan sambutan di salah satu kegiatan beberapa tahun lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK,- Habib Ahmad Zaki Bin Yahya saat di Wawancarai oleh Tribun mengenang kembali kegigihan dan kebiasaan sang ayah, menurutnya sang ayah Abuya Habib Muhammad Ridho Bin Ahmad Bin Yahya adalah sosok yang disiplin dan begitu antusias dengan dunia pendidikan, Kamis (12/07/2018).

"Pribadi Abuya kami Abah Ridho yaitu seseorang yang sangat disiplin, dan sangat atensi mengenai pendidikan," ujarnya saat di temui Tribun di kediamannya di komplek Pondok Pesantren Darrun Na'im Jl Ampera (6/7).

Baca: Waspadai Oli Palsu, Arfian Miliki Bengkel Langganan

Baca: Menurut Pakar Astrologi, Ini Yang akan Terjadi Pada Kita Saat Gerhana Bulan Total

Baca: Terima Pin Emas Kapolri, Brigadir Palentinus Terharu dengar Pesan Presiden

Habib Zaki menambahkan, Bahkan dalam suatu ketika Habib Ridho pernah berkeliling kelas dan menemui sebuah kelas yang tidak ada guru, oleh karenanya beliau mengisi pelajaran di kelas itu hingga ada guru datang.

Disisi lain beliau juga dikenal sebagai ayah yang begitu memperhatikan kehidupan guru. Sebagaimana yang dikenang Habib Zaki, suatu ketika Habib Ridho pernah berkata "Tanamkan dan Kuatkan Kehidupan Guru-guru Itu,"ujarnya

Oleh karenanya Habib Zaki ingin meneruskan dan mewujudkan cita-cita Orang tuanya.

Salah satunya adalah dengan membedah rumah para guru-guru, setidaknya para guru yang mengajar di Pondok Pesantren Darrun Na'im.

Habib Ridho yang juga merupakan Abah dari Habib Zaki sendiri memang sudah terjun ke dunia pendidikan sejak umur 12 tahun, hingga akhir hayatnya beliau mampu mendirikan banyak lembaga pendidikan (Ponpes) sehingga bisa diteruskan anak-anaknya dan pemuda-pemuda setelahnya.

Habib Zaki pun mengenang jikalau ayahnya memiliki motto bahwa sang ayah lebih senang memiliki santri yang bodoh tapi berakhlak dari pada santri yang pintar tapi tidak berakhlak.

Karena menurut habib Zaki santri yang berakhlak akan mampu menghilangkan ketidaktahuannya (Kebodohannya) tapi jika sudah pintar namun tidak berakhlak akan menghilangkan semuanya dan akan hancur karena tidak berakhlak.

"Abah itu punya motto 'Lebih bagus saya punya santri yang bodoh sekalipun tidak berilmu tapi berakhlak, jangan sampai punya ilmu tapi tidak berakhlak," kenangnya.

Habib Zaki juga mengenal sang ayah sebagai ayah yang begitu perhatian dengan keluarganya.

Selain itu Habib Zaki juga mengenang ayahnya yang banyak menghabiskan waktunya untuk orang lain, sering mengunjungi orang sakit dan kebiasaan sang ayah membaca buku lima jam perhari.

Masih menurut Habib Zaki, ayahnya juga memiliki kebiasaan mandi sebelum sholat subuh. Sehingga sang ayah masih terlihat begitu muda meski pada waktu itu sudah berusia 90 tahun. 

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help