Tes DNA Manusia Purba 7 Negara Ungkap Leluhur Orang Asia Tenggara

Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang paling beragam secara genetik di dunia.

Tes DNA Manusia Purba 7 Negara Ungkap Leluhur Orang Asia Tenggara
Net
Ilustrasi 

Teori tersebut memandang jika kedatangan petani dari Asia timur ini menggantikan masyarat kuno Hòabìnhia.

Namun kedua hipotesis tersebut nampaknya belum seluruhnya benar mengungkap asal-usul orang Asia Tenggara.

Hingga sebuah penelitian internasional baru-baru ini berhasil mengungkap fakta baru.

"Kami meneliti kerangka manusia purba mulai dari masa Hòabìnhian hidup hingga Zaman Besi. Dan kami menemukan jika populasi Asia Tenggara saat ini berasal dari setidaknya empat populasi kuno," jelas Fernando Racimo, peneliti genetika kuno dari University of Copenhagen, Denmark dikutip dari Science Alert, Selasa (10/07/2018).

Baca: Ini 5 Ponsel Paling Ditunggu Tahun Ini, Digadang-gadang Bakal Jadi Ponsel Masa Depan

Baca: 5 Pesan Tersembunyi di Film Skyscraper yang Bisa Kita Pelajari

Baca: Punya Masalah dengan Bau Badan, 4 Bahan Makanan Ini Bisa Jadi Solusi Jitu, Ini Caranya!

Baca: Ahok Tak Ajukan Pembebasan Bersyarat, Sang Adik Sampaikan Fakta Sesungguhnya

"Ini merupakan bentuk yang jauh lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya," tambahnya.

Untuk penyelidikan mereka, peneliti mengekstraksi DNA dari sisa kerangka manusia purba berusia mulai 8000 tahun yang terdapat di Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Indonesia, Laos dan Jepang.

Secara total, 26 urutan genom manusia purba berhasil dipelajari.

Hasilnya mengungkapkan jika pembentukan masa bercocok tanam serta catatan migrasi (keluar dan masuk) orang Asia tenggara lebih kaya daripada yang pernah ada sebelumnya.

Kesimpulan Kompleks Mereka kemudian menyimpulkan jika tidak ada interpretasi yang sesuai dengan kompleksitas sejarah Asia Tenggara.

Baik masyarakat berburu-meramu dan juga petani Asia Timur berkontribusi terhadap keragaman Asia Tenggara saat ini.

Halaman
123
Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help