Terungkap! Ternyata Kalangan Ini Paling Banyak Terjangkit HIV-AIDS di Kota Pontianak

Masih tingginya temuan orang yang terinfeksi baru, disebutnya menjadi pekerjaan rumah bersama semua pihak yang memiliki kepentingan.

Terungkap! Ternyata Kalangan Ini Paling Banyak Terjangkit HIV-AIDS di Kota Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Sekretaris KPA Kota Pontianak, Lusi Nuryanti. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sepanjang tahun 2017, Komisi Penanggulangan HIV-AIDS Kota Pontianak telah menemukan kasus temuan baru warga Pontianak yang mengalami infeksi HIV-AIDS sebanyak 140 orang.

Angka ini menurut Sekretaris KPA Kota Pontianak, Lusi Nuryanti mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya (2016) yang hanya mencapai 128 orang.

Baca: HUT Bhayangkara, Momentum Refleksi Diri Untuk Optimalisasi Tugas dan Fungsi Polri

Baca: Keren! Theme Song Asian Games Meraih Bintang Via Vallen Dicover Ulang Youtuber Cantik Thailand

Baca: Bagi-bagikan Uang Jelang Pilkada, Pria Ini Divonis 3 Tahun Penjara

"Data orang dengan HIV-AIDS Kota Pontianak memang sidah kita data sedemikian rupa, kita sedang berharap kalau Pontianak menuju zero new infection, saat ini rata-rata 100 orang terinfeksi baru di Kota Pontianak setiap tahunnya," ucap Lusi Nuryanti saat diwawancarai pada acara Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kalbar menggelar pertemuan koordinasi antar jejaring dalam rangka rangka memastikan jaminan kesehatan nasional. Kegiatan di langsungkan di Hotel Orchard, Jalan Gajahmada Pontianak, Rabu (11/7/2018).

Masih tingginya temuan orang yang terinfeksi baru, disebutnya menjadi pekerjaan rumah bersama semua pihak yang memiliki kepentingan.

Pihaknha dulu dalam penanganan HIV-AIDS mengepung populasi kunci, agar tak menular ini ke mana-mana.

Misalnya seks komersial, pengguna Napza suntik dan ternyata beberapa tahun terakhir fenomena berubah ke ibu rumah tangga dan mereka yang melakukan seks sesama lelaki (homo sensual) yang tinggi terjangkit HIV-AIDS.

"Jadi sekarang program sudah mulai berkembang melalui warga peduli AIDS dan lelaki yang bekerja berkelompok, kita lakukan penjangkauan dan pengobatan pada mereka yang positif. Saat ini kita juga tengah memperjuangkan para pengidap HIV -AIDS ini bisa mendapatkan program bantuan Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau BPJS dari pemerintah karena mereka juga orang tidak mampu," jelasnya.

Diakui Lusi, Sejak lama dilakukan advokasi pada dinas sosial, dinas kesehatan dan Bappeda Kota Pontianak untuk dapat memberikan bantuan pada, orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) ini.

Namun yang paling berat adalah ketika mendata para ODHA ini, mereka takut rahasia mereka terungkap kalau mengidap HIV-AIDS , karena aturan juga mengharuskan kalau mau diberikan bantuan BPJS ini hrus satu keluarga.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help