PLN Area Ketapang Bantah Keluhan Warga Listrik Padam Tiga Kali Sehari

Ia mengakui memang ada pemadam listrik di wilayah itu namun bukan tiga kali sehari yakni pagi, sore dan malam mati.

PLN Area Ketapang Bantah Keluhan Warga Listrik Padam Tiga Kali Sehari
Istimewa
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Terkait keluhan Ibrahim warga (59) Warga Jl W Mongosidi Komplek Gerbang Mutiara Kelurahan Kauman Kecamatan Banua Kayong beberapa waktu lalu. Khususnya tentang listrik di tempatnya sering padam bahkan sehari bisa tiga kali yang dimuat media. Pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Ketapang mengakui dan juga membantah keterangan Ibrahim.

"Melalui berita ini kami sampaikan bahwa PLN tidak pernah melakukan pemadaman seperti yang dikatakan Pak Ibrahim itu," kata Manager PLN Area Ketapang, Wilfrid Siregar melalui Asisten Manager Pelayanan dan Administrwsi PLN Area Ketapang, Tumbur Manalu kepada awak media di Ketapang, Rabu (11/7/2018).

Baca: Terulangnya Tahanan Kabur di Ketapang, Ketua DPRD Minta Kemenkumham Segera Cari Solusi

Baca: Masyarakat Sempatung Siap Dukung Kegiatan TMMD

Baca: Bantah Kurang Perhatikan Atlet Popda, ini Penjelasan Kasi Olahraga Dispora Pontianak

Tumbur menjelaskan berdasarkan data pihaknya memang di wilayah kediaman Ibrahim pada Juni lalu sering padam. Namun PLN Ketapang tidak pernah melakukan pemadaman mendadak. Bahkan pemadaman yang terjadi juga paling hanya sekali dalam sehari.

"Jadi tidak benar lah kalau listrik PLN di sana itu matinya seperti minum obat tiga kali sehari. Padamnya juga rata-rata tidak pernah lama hanya beberapa menit saja. Misalnya malam takbir di Benua Kayong itu memang ada mati tapi hanya mulai pukul 22.06 WIB sampai 22.10 atau sekitar empat menit saja," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi dikarenakan adanya ketidakstabilan frekuensi sistem.

Sehingga pengaman pihaknya bekerja untuk menormalkan sistem pada PLN sendiri. Sebab jika tidak dilakukan maka bisa mengakibatkan rumah pelanggan padam total.

Sebab itu pihaknya hanya bisa berusaha mengurangi dan melakukan pengalihan wilayah pemadaman.

Kemudian terhadap keluhan warga di facebook bahwa di Daerah Sungai Gantang Kecamatan Kendawangan sering mati lampu pada 4 hingga 7 Juli lalu.

Ia mengakui memang ada pemadam listrik di wilayah itu namun bukan tiga kali sehari yakni pagi, sore dan malam mati.

Namun satu hari hanya sekali yang matinya memang ada pada pagi dan sore. Padamnya listrik itu di antaranya karena gangguan jaringan dan pelepah pohon kelapa menimpa jaringan PLN.

Sebab itu pihaknya selalu mengimbau masyarakat untuk merelakan tanam tumbuhnya jika dipangkas. Bahkan ditebang jika berpotensi menggangu jaringan listrik PLN. Sehingga jaringan listrik bebas dari potensi gangguan yang bisa menyebabkan listrik mati.

"Kalau selama ini kendala kita masih banyak masyarakat tak mau tanam tumbuhnya dipangkas. Kemudian kita tetap akan mengedepankan pelayanan maksimal untuk pelanggan. Jika ada listrik padam silakan hubungi contac center 123 atau ke facebook PLN Area Ketapang jangan hanya di media sosial pribadi. Sehingga kita bisa langsung mengecek dan menindaklanjutinya," pesannya. 

Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved