Miris, Belasan Siswi TK Dikunci Di Basement Hanya Karena Tak Bayar SPP

Orangtua murid itu mengatakan, awalnya mereka berangkat menjemput anak mereka. Namun tidak menemukannya di ruang kelas.

Miris, Belasan Siswi TK Dikunci Di Basement Hanya Karena Tak Bayar SPP
Kompas.com
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID  - Sebuah Taman Kanak-kanak (TK) khusus wanita di New Delhi, India, dilaporkan ke polisi oleh orangtua muridnya.

Sebabnya, sekolah tersebut dituding telah mengunci 16 murid di basement setelah orangtua mereka dianggap terlambat membayar uang sekolah.

Baca: Kisah Pilu Dokter Harry Dibalik Penyelamatan 12 Pesepakbola Remaja Thailand Yang Terjebak di Goa

Baca: Kapolres Diduga Selingkuhi Polwan, Faktanya Diungkap Atasan!

Baca: Dipercaya Bawa Obor Asian Games 2018, Begini Persiapan Dian Sastro

Diwartakan BBC Rabu (11/7/2018), ke-16 anak-anak itu berusia antara empat hingga enam tahun.

Mereka dikunci hingga lima jam.

Orangtua murid itu mengatakan, awalnya mereka berangkat menjemput anak mereka. Namun tidak menemukannya di ruang kelas.

Dalam laporan yang diterima polisi, ke-16 orangtua murid itu menjelaskan anak mereka dikurung antara pukul 07.30 hingga 12.30 waktu setempat.

"Anak kami mengatakan basement itu sangat panas, dan mereka kehausan serta kelaparan," kata salah satu orangtua murid dalam laporan itu.

Sumber pejabat kepolisian menyatakan, Komisi Perlindungan Hak Anak bakal segera melaksanakan investigasi.

"Kami akan segera mengungkap nama-nama pelaku yang bertanggung jawab setelah penyelidikan kami selesai," tutur pejabat itu.

Seorang orangtua murid yang identitasnya tidak disebutkan mengatakan, dia telah membayar SPP putrinya.

"Meski saya telah menunjukkan bukti pembayaran SPP, kepala sekolahnya tidak mau meminta maaf atau menunjukkan penyesalan," keluhnya.

Adapun sekolah itu dalam keterangan resmi menyatakan ke-16 murid itu dibawa ke "ruang pusat aktivitas" tanpa bersedia menjelaskan lebih rinci.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Bayar SPP, 16 Murid TK Dikunci di "Basement"

Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved