Membuang Jauh Dampak Negatif Gadget dari Pelajar

Tak terkecuali bagi para pelajar. Dengan menggunakannya secara bijak, prestasi akademik pun bisa ditingkatkan.

Membuang Jauh Dampak Negatif Gadget dari Pelajar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISHAK
Pegiat Teknologi Informasi di Kalbar, Hajon Mahdy Mahmudin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Smartphone atau gadget lainnya punya sisi positif sekaligus negatif. Bijak dalam penggunaannya, jadi kunci utama agar terhindar dari dampak buruknya.

Tak terkecuali bagi para pelajar. Dengan menggunakannya secara bijak, prestasi akademik pun bisa ditingkatkan.

"Gawai atau gadget itu selalu ada 2 sisi, positif dan negatif. Tergantung penggunanya menggunakan untuk apa, terutama bagi pelajar," nilai satu dari pegiat teknologi informasi di Kalbar, Hajon Mahdy Mahmudin, Rabu (11/07/2018).

Baca: Kades Sungai Awan Kiri Keluhkan Orangutan IAR Sering Lepas ke Pemukiman Warga

Dampak positifnya, katanya, pelajar saat ini bisa dimudahkan dalam mencari informasi kegiatan. Pelajar juga dapat mengembangkan ketrampilan lewat platform-platform digital yang saat ini banyak berkembang.

Tapi juga ada dampak negatifnya, seperti penyalahgunaan aplikasi, konten-konten yang seharusnya tidak di akses anak usia pelajar. Juga soal dampak sosial yang antipati dan apatis terhadap sekitar, yang mengakibatkan pelajar jadi kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa gadget punya pengaruh yang sangat besar. Khususnya bagi perkembangan diri para pelajar.

"Bisa kita liat sekarang seperti tidak ada sekat antara dewasa dan masa anak-anak," nilainya.

Padahal, anak-anak yang terpapar konten-konten digital tanpa pagar, cenderung beraktifitas layaknya orang dewasa. Hal ini yang harus dihindari dan diberi edukasi lebih.

"Orang tua jelas berperan disini. orang tua cenderung memberikan kebebasan anaknya untuk memiliki gawai di usia pelajar, padahal seharusnya anak-anak usia pelajar belum boleh memiliki gawai yang tanpa sekat," lanjutnya.

Padahal dalam aspek edukasi, banyak bertebaran konten positif diluar sana. Seperti anak-anak yang bisa belajar membuat robot dari video youtube, atau anak-anak yang bisa belajar keamanan komputer lewat artikel-artikel yang tersebar di dunia maya.

"Mengatur area area terlarang itu penting. Orang tua harus mengaktifkan parental control yang ada di ponsel pintar. Harus paham dengan ini, jadi bisa memberikan sekat mana konten yang boleh bagi anak usia pelajar, mana konten yang bukan ranahnya anak usia pelajar," pungkasnya. 

Penulis: Ishak
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved