Ali Nasrun: Barang yang Diragukan Keasliannya Tidak Boleh Beredar

Pengamat Ekonomi, Akademisi Untan, Ali Nasrun menuturkan satu hal yang mestinya tidak boleh terjadi.

Ali Nasrun: Barang yang Diragukan Keasliannya Tidak Boleh Beredar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Ali Nasrun 

Konsumen tidak punya keahlian untuk memastikan asli atau tidaknya satu produk. Juga tidak punya instrumen sekaligus kewenangan menentukan asli tidaknya satu barang.

Jika mendapati produk yang diragukan keasliannya, konsumen hanya bisa melaporkan kepada lembaga terkait. Khususnya lembaga perlindungan konsumen, sehingga keluhan tersebut bisa ditindaklanjuti secara legal formal.

Konsumen tidak berhak menentukan palsu atau tidaknya satu barang. Tapi bisa menyampaikan kepada lembaga perlindungan konsumen agar ditindaki oleh lembaga pemegang otoritas untuk menindak.

Konsumen bisa menghukum produsen dengan tidak membeli kembali produk diragukan keasliannya itu. Tapi jangan termakan dengan penawaran harga murah dari satu produk, tetapi kualitasnya meragukan.Ada harga ada kualitas.

Selain itu, tentu kita berharap kepolisian dan otoritas lainnya bisa bertindak tegas. Sehingga bisa berikan efek jera bagi pelaku.

"Juga demi memutus mata rantai peredaran produk palsu seperti ini. Sehingga benar-benar menjamin perlindungan terhadap konsumen," pungkas Ali Nasrun.

Penulis: Ishak
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help