TKI Dideportasi Sering Lewat Entikong, Konggo: Mungkin Prosedurnya Ruwet

Karena di Malaysia ini kan pekerja kasar kurang. Tidak mau mereka, Untuk memanen buah misalnya, banyak dari Indonesia

TKI Dideportasi Sering Lewat Entikong, Konggo: Mungkin Prosedurnya Ruwet
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / HENDRI CHORNELIUS
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Terkait kerap adanya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia melalui PLBN Entikong, Anggota Komisi B DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro menilai, hal itu bisa terjadi karena kesulitan dari tenaga kerja untuk mengurus izin sesuai prosedur.

“Ini mungkin prosedurnya rumit, ruwet, sehingga mereka mencari mudahnya. Makanya mereka pakai visa turis, dan di Kuching juga memang ada yang bermain. Makanya yang ketangkap inikan yang ilegal. Itu kan mereka rata-rata bukan dari Sanggau, mungkin dari Sambas, Bengkayang. Kemudian kalau dari luar itu dari Jawa, NTT. Nah itu mereka banyak bekerja di perkebunan sawit, Mereka kerja di Sibu, Miri, bukan di Kuchingnya,” katanya, Selasa (10/7/208).

(Baca: Jorok! Toilet Taman Kota Ketapang Tak Berfungsi dan Kotor )

Selain itu, lanjut Politisi Partai Golkar Sanggau itu, soal ketersediaan lapangan kerja di Indonesia. Pemerintah, belum mampu menyediakan lapangan kerja bagi mereka. “Ini memang menjadi PR pemerintah kita kedepan untuk menyiapkan SDM yang bagus, Jadi ketika bekerja nanti tidak bekerja kasar lagi,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Konggo, soal perbedaan kurs (mata uang) antara Rupiah dan Ringgit, serta iming-iming gaji besar. Kalau ketemu majikan yang bagus, walaupun ilegal diperlakukan dengan baik.

“Karena di Malaysia ini kan pekerja kasar kurang. Tidak mau mereka, Untuk memanen buah misalnya, banyak dari Indonesia,” pungkasnya. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help