Pujasera Baru Putussibau Belum Difungsikan, Ini Penjelasan Pemda

Untuk melanjutkan pembangunan itu, kami masih menunggu surat hibah dari Kementrian dan menunggu hasil audit BPK dan Inspektorat.

Pujasera Baru Putussibau Belum Difungsikan, Ini Penjelasan Pemda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Pembangunan Pujasera Putussibau. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kabid Usaha Mikro, Dinas Perdagangan UKM dan Koperasi Kapuas Hulu, Sapril menyatakan, pembangunan pusat jajaran selera rakyat (Pujasera) di Jl Gajah Mada Putussibau, Kecamatan Putussibau Utara, masih dilanjutkan kembali.

"Pembangunan itu dari APBN tahun 2017 sebesar Rp445 juta, dari Kementerian Koperasi dan UKM RI. Hanya saja belum bisa dimanfaatkan karena masih ada beberapa bangunan lagi mesti dilanjutkan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/7/2018).

Sapril menjelaskan, pembangunan ini masih dilanjutkan pada APBD perubahan 2018 yang anggaranya sudah disiapkan sebesar Rp200 juta dan APBD 2019 sudah diusulkan anggarnya sebesar Rp500 juta.

"Untuk melanjutkan pembangunan itu, kami masih menunggu surat hibah dari Kementrian dan menunggu hasil audit BPK dan Inspektorat," ucapnya.

Pada APBD perubahan 2018 nanti bangunan yang dilanjutkan itu untuk pembangunan Kanopi, sementara di APBD 2019 itu untukmembuat drainase, papin blok, cor halaman, WC, listrik dan air.

"Di tahun 2019 pembangunan pusat kuliner ini dipastikan selesai dan akan ditempati pelaku usaha. Pasalnya pembangunan pusat kuliner dan souvenir ini sebelumnya sudah dibangun sebanyak 50 lapak, untuk masyarakat menjual kuliner khas Kapuas Hulu," ujarnya.

Untuk meja jelasnya, sudah disediakan tersebut belum diketahui siapa yang akan menempatinya. Sedangkan masyarakat yang daftar memang sudah banyak, tapi pihaknya belum bisa memastikan siapa yang berhak menempatinya karena kami juga harus menyeleksinya.

"Adanya pembangunan pusat kuliner dan souvenir tersebut, kamk yakin kota Putussibau akan lebih berkembang lagi, karena adanya pembangunan pusat kuliner dan sovenir tersebut, sehinggamemudahkan masyarakat dari luar, atau turis asing maupun lokal untuk mencari buah tangan khas Bumi Uncak Kapuas," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help