Polsek Entikong Temukan Dua Titik Panas

Polsek Entikong bersama Koramil Entikong menemukan dua titik panas hasil pembakaran di Kecamatan Entikong

Polsek Entikong Temukan Dua Titik Panas
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Waka Polsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda saat memantau titik panas di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Selasa (10/7). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Polsek Entikong bersama Koramil Entikong menemukan dua titik panas hasil pembakaran di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Selasa (10/7/2018).

“Satu titik panas sudah berhasil dipadamkan tadi malam, sedangkan satu titik panas di Desa Semanget, masih mengeluarkan asap hingga pukul 9.30 Wib, ” kata Waka Polsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda, Selasa (10/7/2018).

Iptu Eeng Suwenda mengatakan lokasi lahan yang terbakar itu tidak begitu luas. Dari luas areal yang terbakar itu, diduga pembakaran dilakukan untuk dijadikan lahan pertanian.

Baca: Pj Sekda Mempawah Ismail Pastikan Jamaah Haji Asal Mempawah Akan Terfasilitasi

"Nanti pemilik lahan kita panggil ke Mapolsek untuk diminta membuat pernyataan tidak membakar lagi. Kita terus imbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, sekali lagi tidak membakar lahan berapapun luasnya," tegas Iptu Eeng Suwenda saat melakukan pemadaman bersama anggota Koramil Entikong, Selasa (10/7/2018).

Terkait Pasal 69 Ayat 2 UU 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang membolehkan membakar lahan dengan luas maksimal dua hektare per kepala keluarga, Eeng Suwenda mengakui, bunyi pasal tersebut menjadi dilema dalam mencegah dampak bencana yang ditimbulkan dari pembakaran lahan dan hutan.

“Sedangkan pada ayat 1 pasal yang sama, tegas disebutkan tentang larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Memang itu dilemanya, disatu sisi dilarang, tapi disisi lain UU membolehkan dengan batasan tertentu. Namun begitu, tetap kita larang mereka membakar, coba dengan cara lain lah jangan sampai membakar lahan karena dampaknya luar biasa, ” pungkasnya

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help