PGD Resmi Ditutup, Ini Kata Ketua DAD Sanggau

Kita harus mampu merepormasi diri kita masing-masing, menyesuaikan perkembangan, namun jangan meninggalkan budayanya

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sanggau, Yohanes Ontot mengajak untuk bersama-sama manjaga dan memelihara seni dan budaya yang telah ditinggalkan lelulur kita.

“Promosikan budaya sehingga masyarakat luas bisa memahami budaya kita. Dan harus bangga menjadi orang dayak, kita hadir dan berinteraksi dengan baik, mampu menjalin komunikasi yang baik, ” katanya dalam sambutanya diacara penutupan Pekan Gawai Dayak (PGD) Nosu Minu Podi ke XIV, Kabupaten Sanggau, di rumah Betang Raya Dori Mpulor Sanggau, Senin (9/7) malam.

(Baca: Karimata Diving Club Gelar Pelatihan Menyelam, Catat Tanggalnya )

Sehingga, lanjut Wakil Bupati Sanggau itu, Dayak bisa diterima oleh siapa pun. Dan menjadi bagian yang mampu menjaga keutuhan NKRI.

“Pesan saya, jangan malu mengaku dirinya seorang Dayak, tapi harus bangga. Kita harus mampu merepormasi diri kita masing-masing, menyesuaikan perkembangan, namun jangan meninggalkan budayanya. Terima kasih kepada pengunjung yang telah jaga keamanan di area gawai ini, ” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help