Pemohon SKCK di Polres Sanggau Melonjak Hingga 300 Persen

Dikatakanya, lonjakan jumlah permohonan SKCK tersebut, didominasi untuk memenuhi persyaratan bakal calon legislatif.

Pemohon SKCK di Polres Sanggau Melonjak Hingga 300 Persen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Tumpukan berkasa SCKC Di Mapolres Sanggau, Selasa (10/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi melalui Kasat Intel Polres Sanggau Iptu Suprapto menyampaikan, permohonan akan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Mapolres Sanggau selama tiga hari antara tanggal 3 sampai 6 Juli 2018 meningkat 300 persen lebih dari hari-hari biasa.

Baca: Astronom Temukan Objek Paling Terang di Semesta Awal, Jaraknya 13 Miliar Tahun Cahaya Dari Bumi

Baca: Kapolda Akan Berikan Reward Kepada Anggota Polri Yang Berhasil Ungkap Narkoba Skala Besar

Baca: Selalu Dihantui Korbannya, Akhirnya Jambret Sadis Cempaka Putih Menyerahkan Diri

“Kalau kita lihat di bulan Juni ada yang 30 lembar, ada yang 14 lembar. Mulai ada kenaikan di Juli mulai tanggal 3, Tanggal 2 hanya 10 lembar, tanggal 3 juli 137 lembar, tanggal 4 ada 119 lembar, tanggal 5 sebanyak 100, dan tanggal 6 ada 103. Kemudian tanggal 9 juli menurun menjadi 20 lembar. Artinya dari mulai tanggal 3-6 juli, saya sudah mengeluarkan SKCK sekitar 450 lembar. Kalau ini kan peningkatakannya lebih dari 300 persen,” katanya, Selasa (10/7).

Dikatakanya, lonjakan jumlah permohonan SKCK tersebut, didominasi untuk memenuhi persyaratan bakal calon legislatif.

“Mereka ditargetkan oleh partai politiknya. Kalau 13 partai politik berarti 400 lebih SKCK yang harus dikeluarkan Polres Sanggau untuk para calon legislatif. Selain itu ada penerimaan TNI, tapi kenaikannya tidak signifikan. Sedangkan lain-lain untuk melamar pekerjaan di swasta, Tapi yang jelas peningkatan selama kurun waktu tiga hari ini memang semuanya untuk legislatif,” ujarnya.

Ia menegaskan proses pelayanan administrasi dipermudah. Pemohon cukup membawa KTP dan KK dan membayar tarif resmi Rp 30 ribu, SKCK rampung paling lambat satu jam.

“Kalau untuk sampai jadi, karena jumlahnya banyak mungkin memakan waktu satu jam. Tapi kalau sepi cukup 10 menit. Bahkan bisa online. Apabila mereka mau memperpajang SKCK, tinggal masukkan ke web. Tulis sendiri namanya, setelah lengkap, pemohon akan mendapatkan barcode. Setelah dicocokkan ke petugas, akan keluar sendiri, Jadi datang ke Polres hanya mengambil fisik SKCK dan pembayaran,” jelasnya.

Kasat menambahkan, transparansi dalam memberikan catatan kepolisian juga dikedepankan.

“Saya transparan saja, kalau memang pemohon SKCK memiliki catatan kriminal, tetap akan dilampirkan di situ,”pungkasnya. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help