Dua Bakal Caleg Asal Kayong Sampaikan Keluhan Tes Kejiwaan ke KPU Kalbar

Adapun tujuan mereka mendatangi kantor KPU Kalbar adalah untuk mengadukan kepada KPU terkait dengan ramainya antrian

Dua Bakal Caleg Asal Kayong Sampaikan Keluhan Tes Kejiwaan ke KPU Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Dua bakal caleg asal Kabupaten Kayong Utara diwawancarai wartawan sesaat setelah mendatangi kantor KPU Kalbar, Selasa (10/07/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Dua orang bakal calon legislatif (caleg) yang berasal dari Kabupaten Kayong Utara (KKU) mendatangi kantor KPU Kalbar, Selasa (10/07/2018).

Dua orang bakal caleg tersebut adalah Al Husaini yang juga Anggota DPRD dan Bakal Calon Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dan Tajudin Wakil Ketua DPRD Kayong Utara Dari Partai Nasdem.

Baca: Pemohon SKCK di Polres Sanggau Melonjak Hingga 300 Persen

Baca: Meriahkan HUT Bhayangkara, Polres Kayong Utara Akan Gelar Pentas Musik Dangdut

Dalam kesempatan tersebut, mereka diterima lansung oleh lima komisioner KPU Kalbar.

Adapun tujuan mereka mendatangi kantor KPU Kalbar adalah untuk mengadukan kepada KPU terkait dengan ramainya antrian untuk mengurus persyaratan rohani dan jasmani.

"Tujuan kita kesini melihat situasi kondisi para bakal calon legislatif 2019 yang akan bertarung dalam pemilu untuk mengurus salah satu syarat rohani dan jasmani. Kita juga melihat antrian yang panjang, dimana loket yang dibuka hanya satu," ujar Al Husaini di Kantor KPU Kalbar.

Husaini menambahkan, jika berdasarkan peraturan KPU dimulai dari tanggal 4 dan berakhir tanggal 17 Juli 2018. Maka kalau melihat kejadian antrian dirumah sakit dirinya pesimis bisa mendaftar sesuai jadwal tahapan KPU dan mungkin banyak yang terlewatkan.

"Kami tanya kepada KPU Provinsi tentang salah satu syarat itu, kenapa hanya menindak lanjuti RSJ Sungai Bangkong dan Singkawang," jelasnya.

Husaini menjelaskan, setelah pertemuan tersebut dan mendapatkan penjelasan dari KPU dirinya baru mengetahui.

Jikalau tidak hanya RSJ Sungai Bangkong dan Singkawang, akan tetapi semua rumah sakit pemerintah daerah yang terakreditasi dan dokternya bisa memberikan surat keterangan sehat rohani dan jasmani bisa mejadi rujukan.

"Apabila rumah sakit daerah bisa mengeluarkan surat keterangan sehat rohani dan jasmani maka itu sudah dinyatakan syah oleh KPU," jelasnya.

Berdasarkan jawaban yang diberikan oleh komisioner KPU akhirnya Husaini merasa lega dan sudah diberikan kemudahan. Untuk itu iya tidak terlalu khawtir jikalau dirinya tidak memenuhi beberapa persyaratan tersebut, karena bisa dilakukan di daerahnya atau didaerah lain yang memiliki RSUD terakreditasi.

Berdasarkan keterangan komisioner KPU Husaini menceritakan, sebetulnya informasi tersebut telah diberikan. Namum ada miss comunication di bawah sehingga banyak caleg yang antri di RSJ Sungai Bangkong, sampai-sampai sehari sebelumnya Husaini sempat mendengar ada keributan.

"Saya sendiri sudah empat hari berada di Kota Pontianak dan sampai saat ini saya juga belum tau hasil kita, apakah dinyatakan valid atau tidak," tutupnya.

Sehingga hal itulah yang membuatnya khawatir jikalau nantinya tidak bisa mendaftarkan diri sebagai bakal caleg kedepanya. 

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help