Sengketa Lahan di Sekunder C, Mahkamah Agung RI Menangkan Pihak Penggugat

Paiman menuturkan pihaknya dari Forum Relawan Kemanusiaan Prov Kalbar telah mengawal permasalah ini sejak awal

Sengketa Lahan di Sekunder C, Mahkamah Agung RI Menangkan Pihak Penggugat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HADI SUDIRMANSYAH
Sidang lapangan sengketa lahan seluas 72.800 Meter persedi di Jl Sekunder C Arang Limbung Sui Raya, Senin (9/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA  - Sengketa lahan seluas 72.800 meter persegi di Jalan Sekunder C, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya antara penggugat Hamidy Salim dengan para tergugat, yakni Leo Chandra Lie alias Lie Hin Liauw (tergugat I), Effendy Djaya Ateng (tergugat II) dan Tarcisius Oerreyang Lissau (tergugat III), menemukan titik terang.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 189 K/PDT/2017, perkara gugatan nomor 189 K/PDT/2017/2017 Jo 72/PDT/2016/PT PTK Jo 15/PDT.G/2015/PN MPW, dimenangkan oleh pihak penggugat, Hamidy Salim.

Baca: KPU Mempawah Belum Terima Berkas Bakal Caleg

Baca: LIVE STREAMING Babak II Indonesia vs Thailand, Garuda Muda Tertinggal

Baca: DPD RI Harus Lantang Suara Masyarakat Kalbar ke Level Pusat

"Kita sudah mendapat putusan dari MA yang sudah inkrah yang menyatakan kasus tanah di Wonodadi di Jalan Sekunder antara Hamidy Salim dengan Leoc Candra itu sudah inkrah. Jadi sudah mempunyai kekuatan hukum tetap," ujar Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Prov Kalbar Stephanus Paiman OFM Cap, pada, Senin (9/7/2018).

Paiman menuturkan pihaknya dari Forum Relawan Kemanusiaan Prov Kalbar telah mengawal permasalah ini sejak awal, maka di tahu betul proses tahap demi tahap perkara ini.

"Bagi tergugat tidak ada celah untuk mempersoalkan perkara ini. Kecuali pihak tergugat menempuh jalur hukum dengan bukti baru,"katanya

Dan tidak ada celah lagi untuk Leo Candra masuk ke dalam kasus ini. Kecuali seandainya mereka mempunyai novum (atau) alat bukti baru.

"Putusan dari MA dari hasil kasasi ini yang jelas-jelas memberi kesempatan 14 hari kepada Leo Candra dan kawan-kawan, katakanlah melakukan upaya hukum, tetapi sampai 14 hari tidak digunakannya hal itu dan Mahkamah Agung sudah mengatakan ini sudah inkrah, selesai kasus ini," tutur Stephanus.

Sebelumnya, Hamidy Salim melalui kuasa hukumnya, Andel, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi putusan yang tela dikelurkan MA. Senada dengan Stephanus, Hamidy mempersilakan apabila tergugat ingin menempuh jalur hukum.‎

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved