Sekretaris MUI Kalbar : Masyarakat Jangan Tergoda Dengan Harga Murah

Zulkifli menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir memang sering terdengar kejadian-kejadian serupa bukan hanya yang terjadi di jeruju

Sekretaris MUI Kalbar : Masyarakat Jangan Tergoda Dengan Harga Murah
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK,-  Sekretaris umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat Dr Zulkifli menghimbau masyarakat, terutama umat muslim agar tidak tergiur dengan harga murah yang di tawarkan untuk melaksanakan umrah, Senin (9/07/2018).

Zulkifli menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir memang sering terdengar kejadian-kejadian serupa bukan hanya yang terjadi di jeruju besar, tapi juga beberapa daerah di seluruh Indonesia.

Baca: Mempawah Sabet Juara Umum, Ramlana Siapkan Tiket Umroh Bagi Para Jawara

Baca: Ingin Umroh, Berikut Prosedur yang Harus Dipenuhi

"Beberapa waktu terakhir memang sering terdengar travel perjalanan haji dan umrah yang melakukan penipuan, bukan hanya yang di jeruju besar itu. Tapi juga semualah, kepada umat Islam kita himbau berhati-hati untuk memilih travel," ujarnya.

Oleh karenanya, Zulkifli meminta kepada masyarakat agar teliti dalam memilih mulai dari mencari tahu track recordnya hingga izin di kementerian agama.

"Sebelum menentukan pilihan travel teliti dulu, apakah terpercaya apa tidak, terdaftar di kementerian agama atau tidak juga track record nya," sambungnya.

Masih menurut Zulkifli, meskipun sudah kenal dengan mereka para pengurus travel. Masyarakat tidak bisa lansung percaya begitu saja, oleh karenanya harus tetap teliti dalam menentukan ndalam pilihan.

"Meskipun kenal, mereka bisa saja bukan orang pertama mungkin dia ini adalah perpanjangan tangan dari orang travel. Biasa terjadi begitu, travelnya di Jawa misalnya kita disini orang-orang kita hanya menjalankan. Ketika kita menuntut mereka yang disini dia juga tidak bisa bertanggung jawab karena Travel nya di luar," tuturnya saat dihubungi Tribun.

Zulkifli pun menyangsikan keberadaan travel tersebut, karena menurutnya Biasanya travel tidak ada di desa-desa, dan lebih cenderung berada

"Biasanya tidak ada di desa-desa, kalau kota ada. Untuk itu kalau ragu-ragu datang ke kementrian agama tanya travel tersebut bagaimana, atau bila memungkinkan browsing di internet kita cari legalitas hukumnya seperti apa," tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini kementrian agama sedang memperketat Kegiatan travel umrah tersebut. Salah satunya dengan memberikan batas bawah dari usaha travel umrah dan haji.

"Oleh karenanya jangan tergoda dengan harga murah, dan masyarakat harus cerdas dalam memilah dan memilih travel umrah," tutupnya. 

Selain itu MUI juga menghimbau kepada orang-orang yang mencari keuntungan jangan sampai menipu dan memanfaatkan masyarakat yang tidak faham dengan berbagai regulasi dan peraturan yang ada.

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved