Hermanus: Sanksi Menanti Pelaksanaan Pembangunan RSUD Kubu Raya yang Tidak Tepat Waktu

Ada sanksi yang menanti jika pembangunan tidak terlaksana sesuai rencana.

Hermanus: Sanksi Menanti Pelaksanaan Pembangunan RSUD Kubu Raya yang Tidak Tepat Waktu
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus berharap keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah Kubu Raya di Kecamatan Rasau Jaya dapat mengurangi tingginya angka orang sakit dan kematian pada ibu dan anak.

Hal ini sejalan dengan konsep dasar pembangunan kesehatan yang memberi perhatian khusus pada penduduk rentan seperti ibu, bayi, anak, lanjut usia, dan keluarga miskin.

”Sesuai tugas dan fungsi yang diberikan pada Dinas Kesehatan Kubu Raya dalam menjalankan sebagian kewenangan otonomi daerah di bidang kesehatan, yakni permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan kualitas hidup dengan indikator, angka usia harapan hidup, dan persentase balita gizi buruk,” tutur Hermanus di sela kegiatan peletakan batu pertama pembangunan RSUD Kubu Raya akhir pekan lalu.

Baca: Ngeri! BPOM Amankan 31.080 Kemasan Obat Tradisional dan Obat Kuat Berbahaya

Terlebih, lanjut Hermanus, prasarana dan sarana kesehatan di Kubu Raya masih terbatas kuantitas dan kualitasnya. Termasuk belum adanya rumah sakit milik pemerintah daerah.

Sehingga pelayanan rujukan masyarakat Kubu Raya ke rumah sakit hanya dilayani Rumkit Tingkat II dan RSAU Supadio yang berkapasitas tempat tidur sekitar 150 buah. Padahal kebutuhan masyarakat Kubu Raya mencapai 450 tempat tidur (TT).

“Karena itu, pelaksanaan pembangunan RSUD ini kita harapkan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat kualitas. Apalagi tahun ini sudah melewati satu semester. Ini menjadi tantangan kepada kontraktor pelaksana. Kepala daerah sudah menekankan terutama kepada pihak pelaksana untuk dapat menyelesaikan pembangunan tepat waktu dengan berkualitas,” ucapnya mengingatkan.

Menurut Hermanus, ada sanksi yang menanti jika pembangunan tidak terlaksana sesuai rencana. Karena itu, dirinya bersyukur pada Jumat (6/7/2018) telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan RSUD.

Hermanus meminta hal tersebut segera dilaporkan kepada pihak Kementerian Kesehatan.

Baca: BBPOM Press Rilis Temuan Obat Tradisional Ilegal Mengadung Bahan Kimia

“Untuk pelaksana, sudah diserahkan juga dokumen K3 dari BPJS Ketenagakerjaan. Kita berharap para tenaga kerja mendapat jaminan keselamatan kerja. Mudah-mudahan ini berjalan dengan aman sehingga semua yang ditargetkan yakni pada akhir tahun nanti sudah diselesaikan dan harapannya awal 2019 sudah dapat diresmikan,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Berli Hamdani menyatakan rumah sakit akan tuntas dan operasional di akhir tahun 2018. Hal itu dikarenakan anggaran yang diberikan kepada pihaknya telah memadai. Total anggaran senilai Rp 38 miliar akan diperuntukkan untuk pembangunan fisik sebesar Rp 20 miliar dan alat-alat kesehatan serta penunjang lainnya sebesar Rp 18 miliar.

“Kami mohon doa kepada seluruh masyarakat Kubu Raya, mudah-mudahan pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan tahun ini kita sudah bisa mengoperasikan atau memberikan layanan rumah sakit. Mudah-mudahan bisa segera difungsikan,” ujarnya.

Penulis: Madrosid
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help