Tekan NPL, Ini Upaya BPR Ukabima Khatulistiwa

Untuk menurunkan angka NPL diakui Iskandar, BPR Ukabima serta BPR lainnya tentu menerapkan prinsip prudensial.

Tekan NPL, Ini Upaya BPR Ukabima Khatulistiwa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Direktur Utama BPR Ukabima Khatulistiwa, Iskandar 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Angka kredit bermasalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kalbar yang berada diatas 10 persen membuat BPR lebih selektif dalam penyaluran kredit.

Direktur Utama BPR Ukabima Khatulistiwa, Iskandar mengatakan jika pada 2018 BPR mengalami pertumbuhan dari sisi aset, ia tidak menampik terdapat sisi lain yaitu penyelesaian kredit bermasalah.

Baca: Angka NPL BPR di Kalbar Tinggi, OJK Ingatkan BPR Terapkan Agunan

Baca: Akui Penurunan NPL, Bank Pasar Pontianak Alami Pertumbuhan Kredit

"Sampai semester ini secara keseluruhan BPR di Kalbar berkembang dan kita masih ada satu semester untuk menurunkan angka NPL yang secara umum diatas 10 persen, itu yang akan dikejar. Untuk Ukabima sendiri kita ada penurunan sekitar 2 persen," ujar Iskandar, Minggu (8/7/2018).

Untuk menurunkan angka NPL diakui Iskandar, BPR Ukabima serta BPR lainnya tentu menerapkan prinsip prudensial.

"Kehati-hatian dalam penyaluran kredit menjadi hal yang utama. Dari sisi pemasaran kita dari BPR mengedepankan pelayanan yang lebih cepat, mudah tetapi tidak meninggalkan prinsip kehati-hatian sehingga tidak terjadi masalah kredit macet," ujarnya.

Terkait aturan pemenuhan modal inti diakuinya tidak ada masalah.

"Itu mau tidak mau harus dipenuhi oleh BPR. Untuk sisi IT kita juga menyesuaikan dengan era digital kekinian, kedepan BPR harus bisa dan mampu bersaing dengan mengadapsi teknologi pemasaran, pelayanan-pelayanannya juga," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help