Akui Penurunan NPL, Bank Pasar Pontianak Alami Pertumbuhan Kredit

PD BPR Kota Pontianak diakui menerapkan standar terkait pemberian kredit dan agunan sehingga pemberian kredit sesuai dengan kemampuan debitur.

Akui Penurunan NPL, Bank Pasar Pontianak Alami Pertumbuhan Kredit
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Direktur Utama PD BPR Kota Pontianak, Agus Subardi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kalbar masih di angka belasan persen atau jauh dari ambang batas yang ditetapkan yaitu 5 persen.

Ditengah tingginya kredit macet BPR di Kalbar, Direktur Utama PD BPR Kota Pontianak, Agus Subardi mengaku terjadi penurunan angka NPL Bank Pasar.

"NPL PD BPR Kota Pontianak saat ini 2 persenan, mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu di kisaran 2,3 persen," ujar Agus, Minggu (8/7/2018).

Baca: Musisi Singkawang Ikut Meriahkan HUT RI Dan Bhayangkara

Baca: TK Kinderworld Kembangkan Potensi Siswa Lewat Ekskul Tari

Baca: Pastikan Juara, Markus-Kevin Lumat Pasangan Jepang, Ini Skornya

Penurunan kata Agus karena penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit kepada debitur.

PD BPR Kota Pontianak ia akui juga menerapkan standar terkait pemberian kredit dan agunan sehingga pemberian kredit sesuai dengan kemampuan debitur.

Bahkan Bank Pasar mengharuskan agunan untuk usaha yang dinilai beriko macet.

"Iya, harus sempurna pengikatannya sehingga ketika ada masalah di kemudian hari kita bisa tangani. Jika ada masalah di kemudian hari tetapi tidak ada agunan, susah menangani. Agunan biasa aset, baik itu tanah, bangunan, BPKB mobil. Penerapan agunan mulai dari pinjaman Rp20 jutaan tetapi ada juga yang tidak kita bebankan agunan tergantung kelayakan usaha," ujarnya.

Selain NPL ia mengatakan pertumbuhan kredit BPR juga tumbuh positif. Meski baru memasuki Juli, namun target pencapaian kredit BPR diakui Agus sudah terpenuhi. Jika pada 2015 kredit yang disalurkan Bank Pasar meningkat dua kali lipat dibandingkan penyaluran kredit pada tahun sebelumnya.

Pada kondisi perekonomian yang masih belum stabil di 2017 ini, Bank Pasar Kota Pontianak masih mencatat pertumbuhan sebesar 12 persen.

Ia mengatakan performance kredit yang semakin membaik juga didujung strategisnya kantor Bank Pasar yang pindah kantor dari Jalan Hasanuddin ke Kompleks Pasar Flamboyan memudahkan Bank Pasar dijangkau oleh pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Target kita diangka Rp3,1 miliar dan sudah tercapai. Sementara kita masih memiliki waktu hingga Desember. Insha Allah target terpenuhi bahkan melampaui," ujarnya.

Untuk penerapan IT, Agus mengaku sudah sesuai dengan yang diharapkan OJK. Hanya saja tergantung pengembangan produk seperti ATM, e-money dan transaksi berbasis elektronik.

"Tiga itu yang kita belum, tapi itu harus dikejar, tahun ini kita sudah agendakan e-money, namun masih menunggu. Kita bertahap mengejar dan mau tidak mau kalau ingin eksis harus menerapkan itu," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help