Air Sungai Kapuas Keruh, Masyarakat Minta Air Bersih

Achmad menjelaskan, kalau di desanya sudah ada air ledeng atau air bersih yang mengalir dari bukit

Air Sungai Kapuas Keruh, Masyarakat Minta Air Bersih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SAHIRUL HAKIM
Terlihat dari pesawat l, kondisi air sungai kapuas, yang sudah berwarna putih susu. Diduga akibat dari pekerjaan peti yang sekarang ini masih beroperasi beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (6/7/2018).   

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim//caption//

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Sejumlah warga yang tinggal di pemukiman daerah sungai kapuas, mengeluh terhadap air sungai kapuas keruh seperti air susu. Sementara banyak didaerahnya belum ada air bersih, sehingga harus mengkonsumsi air keruh.

"Sudah puluhan tahun kami mengkonsumsi air sungai kapuas, seharusnya sudah tidak layak untuk digunakan kebutuhan air minum. Karena kondisi air sungai kapuas sudah tercemar oleh perkejaan emas illegal," ujar seorang warga Desa Nanga Empangau, Kecamatan Bunut Hilir, Achmad kepada Tribun, Jumat (6/7/2018).

Terkadang jelas Achmad, warga harus menampung air hujan, untuk tidak lagi menggunakan air sungai kapuas. Tapi masih ada juga warga yang tetap menggunakan air sungai kapuas. "Kondisi seperti ini, harus terpaksa sebab belum ada program air bersih," ucapnya.

Achmad menjelaskan, kalau di desanya sudah ada air ledeng atau air bersih yang mengalir dari bukit, namun pekerjaan tersebut tidak selesai oleh pemerintah daerah, dan tidak sampai ke setiap rumah. Jadi hingga sekarang, air bersih itu belum bisa dinikmati oleh masyarakat.

(Baca: Pangdam Supriyadi Periksa Calon Taruna Akmil Kalbar )

"Terkait apa penyebabnya proyek air ledeng tersebut tak selesai-selesai itu urusan pemerintah. Pastinya kami berharap, air ledeng yang sudah ada di bangun kembali oleh pemerintah daerah," ungkapnya.

Warga lainnya yaitu, Jali menyatakan program pemerintah tentang air bersih belum terialisasi ke seluruh desa yang membutuhkan air bersih. "Coba lihat air sungai kapuas, sudah macam air limbah berwarna putih. Itu akibat dari pekerjaan peti. Selama ini, tak selesai oleh pemerintah," ujarnya.

Jali menuturkan, air bersih atau air ledeng saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang tinggal di pemukiman daerah sungai dan. Sebab air sungai kapuas sudah tidak bisa dikonsumsi lagi.

"Kami minta pemerintah segera menyelesaikan air bersih di daerah sungai kapuas," ujar warga Dusun Pengelang, Desa Empangau, Kecamatan Bunut Hilir kepada Tribun, Jumat (6/7/2018).

Kepala Dinas Penata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Kapuas Hulu Nusantara Gawat, memastikan bahwa, pembangunan air bersih di Desa Empangau dan Empangau Hilir, tahun 2018 ini akan segera terselesaikan atau tuntas.

"Dalam hal ini, kami sudah anggarkan dari APBD, dan tentunya dibantu dengan anggaran desa setempat. Terpenting adalah bagaimana air bersih di dua desa itu bisa segera dinikmati oleh masyarakat setempat," ujarnya.

Gawat menjelaskan, pembangunan tahun 2018 ini telah diprioritaskan salah satunya adalah pembangunan air bersih, setelah itu infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi. "Untuk jumlah anggaran dana alokasi khusus (DAK) kurang lebih sekitar Rp 4 milyar, dan Daan alokasi umum (DAU) kurang lebih Rp 1 milyar," ucapnya.

Untuk penggunaan DAU jelas, Gawat diprioritaskan air bersih seperti di Desa Sebab Kecamatan Seberuang, Desa Betung Kecamatan Boyan Tanjung, Desa Karya Mandiri Kecamatan Hulu Gurung, dan desa lainnya. "Diharapkan masyarakat untuk tetap bersabar," ungkapnya. 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved