RSUD Pemangkat - TIM Ambulance 118 Jakarta Gelar Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support

Direktur RSUD Pemangkat, dr. H. Achmad Hardin, Sp. PD mengatakan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit ataupun

RSUD Pemangkat - TIM Ambulance 118 Jakarta Gelar Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support
Dokumentasi RSUD Pemangkat
Tim Ambulance 118 Jakarta saat memberikan materi penanganan gawat darurat dalam Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support (BT&CLS;) di Aula Sabirin, RSUD Pemangkat, Selasa (03/07/2018). Pelatihan BT&CLS; merupakan pelatihan yang menyediakan suatu metode praktis dalam penanganan gawat darurat kasus trauma dan jantung dengan bahasa penanganan yang sama dengan dokter dengan standar dunia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Direktur RSUD Pemangkat, dr. H. Achmad Hardin, Sp. PD mengatakan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit ataupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memainkan peran utama dalam penanggulangan gawat darurat untuk melakukan pemeriksaan awal kasus gawat darurat, resusitasi dan stabilisasi.

Rumah Sakit ataupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) harus mampu berperan sebagai active responder menerima korban bencana, active responder & coordinator tingkat lokal bagi RS ataupun FKTP sekitarnya, dan active responder yang mampu bergerak ke tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Achmad Hardin saat membuka Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support (BT&CLS) di Aula Sabirin, Pemangkat'>RSUD Pemangkat, Selasa (3/7/2018).

"Setiap Rumah Sakit ataupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wajib menyesuaikan pelayanan gawat daruratnya minimal sesuai dengan kelas rumah sakitnya," kata Hardin dalam rilis yang diterima Tribun.

"Selain itu memiliki mapping disaster plan yang merupakan bagian dari disaster plan regional, membuat area penanganan korban bencana, dan perlu kerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah sekitarnya," ungkap Hardin.

Pemanfaatan IGD secara maksimal diharapkan menurunkan angka kematian dan kecacatan.

Diantaranya dengan melakukan penanganan kasus true emergency maupun false emergency.

Rumah Sakit harus menerima rujukan pasien atau melakukan rujukan balik, baik secara horizontal maupun vertikal.

"Rumah Sakit juga wajib turut serta dalam melakukan penanganan korban musibah massal dan bencana yang terjadi di dalam maupun di luar rumah sakit," katanya.

Setiap manusia dan setiap tempat dapat menjadi potensi terjadinya masalah Gawat Darurat sehari-hari atau bencana.

Halaman
12
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved