Citizen Reporter

BKSDA Kalbar Lepas Orangutan Hasil Penyelamatan di Wajok Hilir ke Pusat Rehabilitasi

Orangutan itu memakan tanaman di kebun milik bu Sabie. Jarak nya kira-kira 2 km dari pemukiman warga terdekat

BKSDA Kalbar Lepas Orangutan Hasil Penyelamatan di Wajok Hilir ke Pusat Rehabilitasi
ISTIMEWA
BKSDA Kalimantan Barat saat akan melakukan pemindahan, membawa orangutan ke Pusat Rehabilitasi. 

Citizen Reporter

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Kalbar,  Y. Sudaryanti, S.Hut

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  Meskipun Pontianak diguyur hujan hingga malam, tidak menyurutkan langkah tim WRU Balai KSDA Kalbar untuk melakukan pelepasan pemberangkatan 1 orangutan yang berasal dari Jalan Parit Yakob Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Senin (2/7/2018).

Sebelum dilakukan penyelamatan oleh tim WRU, disampaikan Ketua RT 02/04 Desa Parit Yakob Bp. Sudaryo, bahwa orangutan tersebut telah berkeliaran selama 3 hari di salah satu kebun milik Sabie.

"Orangutan itu memakan tanaman di kebun milik bu Sabie. Jarak nya kira-kira 2 km dari pemukiman warga terdekat. Warga kemudian berusaha menangkap satwa tersebut dengan menggunakan tali tambang. Saat dilakukan penangkapan oleh warga, orangutan tersebut sedang turun dari pohon Albasia," kata Sudaryo.

(Baca:  Tunggakan BPJS Kesehatan Lebih dari Satu Tahun )

Orangutan tersebut kemudian ditangkap warga dengan mengikat dan membawanya menuju pemukiman dengan pengawalan Tim Kepolisian Sektor Siantan serta melaporkan kejadian ini kepada pihak BKSDA Kalbar.

Tidak berapa lama, petugas Tim Gugus Tugas TSL Balai KSDA Kalbar sampai ke lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap satwa tersebut.

(Baca: Q&A Ala Instagram, Buat Milenial Lucu-lucuan Bareng Temen )

Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Sadtata N A, sebagai pembina Wildlife Rescue Unit Balai KSDA Kalimantan Barat mengapresiasi dan berterimakasih atas reaksi positif warga dan instansi terkait untuk usaha penyelamatan satwa liar tersebut.

"Usaha penyelamatan satwa oleh masyarakat, pemerintah daerah setempat dan kepolisian setempat dapat berlangsung sangat efektif sehingga orangutan dapat terselamatkan," katanya.

Selanjutnya orangutan itu kemudian diberangkatkan ke Sintang Orangutan Center (SOC) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kesehatan satwa tersebut, apabila memungkinkan secepatnya akan dilepasliarkan ke habitat alaminya, mengingat satwa tersebut masih memiliki sifat liar.

Atas beberapa kejadian ditemukannya orangutan di Wajok Hilir dan sekitarnya, dalam waktu dekat Balai KSDA Kalbar bersama beberapa pihak akan melakukan identifikasi guna memastikan masih ada tidaknya orangutan di daerah tersebut serta sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganannya bila menjumpai satwa tersebut di areal kebun.

Apabila memungkinkan, BKSDA Kalbar juga akan melakukan upaya relokasi untuk menjamin keselamatan orangutan tersebut.

"Dalam jangka menengah dan jangka panjang Balai KSDA bersama para pihak bersepakat akan melakukan survey dan kajian menyeluruh di areal tersebut, sebagai bahan masukan bagi pengambilan kebijakan," kata Sadtata.

Penulis: Bella
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved