Walikota di Filipina Tewas Ditembak Ditengah Kumandang Lagu Kebangsaan

"Jarak tembaknya tak lazim karena tak bisa dilakukan orang biasa. Penembak kemungkinan adalah sniper terlatih," kata Mercado.

Walikota di Filipina Tewas Ditembak Ditengah Kumandang Lagu Kebangsaan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang wali kota di Filipina yang dikenal atas aksinya mengarak para tersangka pengedar narkoba tewas ditembak pada Senin (2/7/2018) saat sedang menghadiri upacara bendera.

Wali kota Tanauan, provinsi Batangas, Antonio Halili ditembak orang tak dikenal dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Baca: Sejumlah Ormas Serukan Perdamaian di Kalimantan Barat

Baca: Valentino Rossi Sesalkan Aksi Andrea Dovizioso di GP Assen Belanda

Baca: Dapat Pesan dari Manchester United, David De Gea, Ini Ungkapan Via Vallen

Kepala kepolisian setempat Renato Mercado mengatakan, tembakan itu dilepaskan dari jarak sekitar 150 meter.

"Jarak tembaknya tak lazim karena tak bisa dilakukan orang biasa. Penembak kemungkinan adalah sniper terlatih," kata Mercado.

Video penembakan sang wali kota sempat viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat suara tembakan terdengar tepat saat lagu kebangsaan Filipina berkumandang di halaman balai kota.

Beberapa saat setelahnya terdengar suara jeritan dan kekacauan.

Polisi mengatakan, peluru itu menghantam telepon genggam Halili yang ditaruh di saku jasnya sebelum tembus dan melukai dada sang wali kota.

Polisi kemudian mengerahkan pasukannya sebuah bukit di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat sang sniper melepaskan tembakan.

Halili menjadi sosok kontroversial dua tahun lalu saat memerintahkan para tersangka kasus narkoba diarak di depan publik di kota Tanauan, kota kecil berjarak sekitar 70 kilometer sebelah selatan ibu kota Manila.

Halaman
12
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help