Pendaki Bukit Jamur Meninggal Dunia

Pendaki Bukit Jamur Bengkayang Meninggal Dunia, Pihak Keluarga Minta Antar Jenazah  ke Pontianak

Pihak Medis RSUD Bengkayang belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena belum melakukan pemeriksaan tubuh bagian dalam jenazah korban.

Pendaki Bukit Jamur Bengkayang Meninggal Dunia, Pihak Keluarga Minta Antar Jenazah  ke Pontianak
ISTIMEWA
Petugas medis dan Polisi saat melakukan pemeriksaan terhadap korban tewas disambar petir 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Aldio Zuhri Setyawan (15), warga jalan Sejahtera Gang Gunung Puting 2 Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota meninggal dunia di Bukit Jamur, Kamis (21/6/2018) sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelum meninggal, korban  sempat kejang saat berada di tenda bersama temannya.

Berdasarkan keterangan rekan korban juga, sekitar pukul 20.00 wib, mereka mendengar suara petir menyambar pohon yang berada di dekat tenda. 

Kapolres Bengkayang, AKBP Permadi Syahids Putra menuturkan, berdasarkan hasil koordinasi via telepon sepupu korban dengan ayah kandung korban, pihak keluarga mengikhlaskan atas meninggalnya Aldio.

(Baca: Beri Penyuluhan Narkoba Kepada Muda-Mudi Peserta Camping Rohani, Ini Arahan Kapolsek Menyuke )

"Pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian dan pihak RSUD Bengkayang untuk mengantarkan jenazah korban ke Pontianak," katanya, Jumat (22/6/2018).

Pihak Medis RSUD Bengkayang belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena belum melakukan pemeriksaan tubuh bagian dalam jenazah korban.

(Baca: Lima Anak Ketangkap Pesta Lem, Darmanelly: Tidak Ada Anak Nakal, yang Ada Anak Banyak Akal )

Hasil pemeriksaan dari pihak Medis RSUD Bengkayang di antaranya kondisi korban bagian muka tidak ditemukan luka atau memar (tanda - tanda kekerasan).

Bagian Perut sampai bagian kaki korban tidak ditemukan luka / memar (tanda - tanda kekerasan).

Bagian kepala belakang, punggung, bokong sampai bagian ujung kaki tidak ditemukan luka / memar (tanda - tanda kekerasan).

Korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Kesimpulan yang menyebabkan korban meninggal dunia belum diketahui, karena harus dilakukan pemeriksaan dalam/otopsi.

"Setelah Korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis, selanjutnya jenazah korban di simpan di Kamar Mayat RSUD Bengkayang," jelasnya. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help