Gelar Pertemuan dengan Aparat dan Tokoh Masyarakat, Ini Harapan Keluarga Korban Penganiayaan
Dari hasil pertemuan ini, seluruh pihakpun sepakat untuk menyerahkan kasus ini seluruhnya pada pihak kepolisian.
Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Terjadi pengeroyokan seoarang petugas pengurus lahan parkir dan PKL di kawasan Makam Opu Daeng Manambon berinisial WW, Selasa (19/6/2018) kemarin membuat sejumlah tokoh dan aparat menggelar pertemuan mediasi antar kedua belah pihak, Rabu (20/8/2018).
Peristiwa ini bermula karena cecok lapak yang mengganggu jalan ini berakhir pada penganiayaan dan pengeroyokan pada WW oleh sejumlah orang.
Hal inipun sempat membuat beberapa masyarakat yang mengaku kenalan dari WW berusaha untuk mencari pelaku, sehingga pihak kepolisian dan TNI pun dengan sigap turun tangan menangani hal ini.
(Baca: Gelar Nonton Bareng Debat Pilwako, HMI Cabang Pontianak Keluhakan Hal Ini )
Kemudian, demi menenangkan keresahan yang ada, tokoh masyarakat berserta TNI dan Polri pun turun tangan melakukan pertemuan dengan masa di Masjid Jamiatul Khair, Keraton Mempawah, yang terletak Pulau Pedalaman Kecamatan Mempawah Timur.
Dari hasil pertemuan ini, seluruh pihakpun sepakat untuk menyerahkan kasus ini seluruhnya pada pihak kepolisian.
Kapolres Mempawah AKBP Didik Dwi Santoso berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas.
"Jangan khawatir perkaranya pasti akan ditindak lanjuti, semua pelakunya harus bertanggung-jawab di muka hukum, saya yakinkan perkara ini sudah masuk ranah pidana, ketika berkasnya lengkap segera kita limpahkan ke kejaksaan kemudian sampai ke pengadilan, namun untuk itu kami butuh waktu dan proses," ungkap Didik, kepada wartawan.
(Baca: Bea Cukai dan Polsek Entikong Amankan Sembako Asal Malaysia Lewat Jalur Tikus )
Selanjutnya, iapun memaparkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah mengamankan 1 orang tersangka, dan akan segera melakukan pengembangan guna menangkap seluruh tersangka yang ada.
"Kalau kasusnya sudah masuk ke kami, berkasnya lengkap, mau bersembunyi dimanapun, dan berapa lamapun akan tetap kami cari untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," tuturnya.
Dandim 1201 Mpw Letkol Arm Anom Wirasunu yang juga hadir pada saat itu menghimbau untuk semua pihak dapat menahan diri, agar tidak menimbulkan permasalahan baru.
"Keluarga korban sudah sepakat untuk menyerahkan semua pada pihak berwajib. Kalau untuk memuaskan semua orang, tidak mungkin bisa puas, yang harus di puaskan itu korban, korban meminta apa ya tinggal ikuti, kalau semua pihak meminta di puaskan ya tidak munngkin,"ungkapnya.
Ia menekankan jangan sampai pihak lain yang bukan siapa - siapa seperti merasa menjadi korban dan jangan sampai terlibat, serta jangan mengaitkan hal yang terjadi dengan suku, dan lainnya
Anom menghimbau kepada seluruh masyarakat di luar Kabupaten Mempawah untuk tetap tenang.
"Sayangnya karena sudah sampai ke kota lain, bumbunya sudah banyak, jadi saya mohon jangan ditambah - tambahanin lagi. Janganlah kemudian kita sudah terjadi seperti ini, dimanfaatkan orang lain, dimanfaatkan pihak lain, dan ada yang mengambil keuntungan, jangan sampai kita jadi korban, sudah jadi seperti ini, masih jadi korban, berarti yang salah kita, yang bodoh kita," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pertemuan_20180620_205746.jpg)