Cuti Bersama, Enumerator Penyu BPSPL Pontianak Tetap Bertugas

Para enumerator tersebut tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugasnya...

Cuti Bersama, Enumerator Penyu BPSPL Pontianak Tetap Bertugas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HAMDAN
Enumerator penyu BPSPL Pontianak di pantai sekitaran desa Temajok kecamatan Paloh, Sambas tetap melakukan kegiatan rutin berupa monitoring kondisi pantai dan sarang peneluran penyu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Meski masih dalam suasana libur untuk merayakan lebaran enumerator penyu BPSPL Pontianak di pantai sekitaran desa Temajok kecamatan Paloh, Sambas tetap melakukan kegiatan rutin berupa monitoring kondisi pantai dan sarang peneluran penyu.

Baca: Polsek Kelam Permai Konsentrasi Pengamanan di Sejumlah Tempat Objek Wisata

Baca: Sering Mabuk Perjalanan? Ini Cara Ampuh Buat Hilangkan Mabukmu Tanpa Obat

Para enumerator tersebut tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugasnya.

Dalam pelaksanaan monitoring tersebut enumerator mendapati adanya aktivitas seorang oknum warga yang mengganggu sarang penyu, aktivitas tersebut berupa tindakan menusuk-menusuk sarang penyu dengan menggunakan kayu.

Kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu, (13/6/2018) lalu.

"Pada umumnya tindakan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah sekiranya ada telur penyu di dalam sarang alami tersebut," ujar Kepala Seksi Pendayagunaan & Pelestarian pada BPSPL Pontianak Sy. Iwan Taruna Alkadrie.

Iwan Taruna mengatakan akibat langsung dari tindakan tersebut adalah rusak nya sarang penyu dan bahkan telur yang berada didalam sarang dapat ikut tertusuk dan rusak, hal ini patut disesali.

"Oleh karena itu guna mencegah terjadinya peristiwa ini di kemudian hari enumerator BPSPL Pontianak melakukan tindakan persuasif dengan memberikan pemahaman terkait konservasi penyu kepada oknum warga tersebut," ujarnya.

selain itu juga warga tersebut bersedia untuk membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan destruktif terhadap sarang penyu dan tidak akan mengambil telur penyu di masa yang akan datang.

Didalam surat pernyataan tersebut memuat kesepakatan terkait sanksi berupa dilaporkan ke pihak yang berwajib untuk di proses secara hukum, yang akan dilakukan jika dikemudian hari yang bersangkutan kedapatan melanggar surat pernyataan tersebut.

"Surat pernyataan tersebut dibuat dan ditandatangani oleh oknum warga dan beberapa orang saksi," ujarnya. (dan)
--

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved