Pilgub Kalbar

Karolin Ikut Rasakan Kebahagiaan Ramadan Bersama Muslim Kalbar

Karolin juga memastikan akan tetap melanjutkan kegiatan Silaturahmi Ramadan, saat dirinya dipecayakan masyarakat untuk memimpin Kalbar nanti.

Karolin Ikut Rasakan Kebahagiaan Ramadan Bersama Muslim Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Karolin saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama masyarakat Kecamatan Pontianak Utara di Jl.Kebangkitan Nasional, Kota Pontianak, Kamis (14/6/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Calon Gubernur Kalimantan Barat, dr. Karolin Margret Natasa ikut merasakan kebahagiaan dengan semangat berpuasa yang dijalankan oleh umat muslim di Kalbar.

"Kurang lebih 29 hari, saya keliling Kalbar selama puasa dan berbuka puasa bersama masyarakat muslim, ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Hingga hari ini menjadi puasa terakhir bagi umat muslim, saya juga ikut mendoakan, semoga segala amal ibadah yang dijalankan saudara saya, umat muslim bisa diterima oleh Tuhan YME," kata Karolin saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama masyarakat Kecamatan Pontianak Utara di Jl.Kebangkitan Nasional, Kota Pontianak melalui rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id, Kamis (14/6/2018).

Baca: PANI Kalbar Siap Menangkan Karolin-Gidot

Baca: Tokoh Masyarakat Kapuas Hulu Ini Nilai Karolin Layak Menjadi Gubernur kalbar

Baca: Karolin-Gidot Unggul Disurvei Cyrus, Kadek Sebut Hal Ini Akan Jadi Penentu

Karolin juga mengucapkan terimakasih kepada umat muslim Kalbar, dimana selama kegiatan kampanye dialogis dan buka puasa bersama, bisa menerima kehadiran dirinya dan memberikan masukan kepadanya, terkait berbagai permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat.

Baca: Pilkada 2018, Karolin - Gidot Siap Maksimalkan Potensi Perbatasan Darat dan Laut

"Satu bulan full, kami dan tim, keliling Kalbar selama Ramadhan ini, dan ini tentu memberikan kesan yang mendalam kepada kami, terlebih kepada saya. Saya bisa merasakan kehangatan masyarakat muslim dan ini membuktikan bahwa Kalbar benar-benar harmonis dan harus terus kita pertahankan," tuturnya.

Karolin juga memastikan akan tetap melanjutkan kegiatan Silaturahmi Ramadan, saat dirinya dipecayakan masyarakat untuk memimpin Kalbar nanti.

Dimana kegiatan itu juga sepuluh tahun terakhir dilakukan pemerintah provinsi Kalbar dibawah kepemimpinan Cornelis dan Christiandy.

"Kami menilai, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sekaligus menjadi modal penting bagi pemerintah provinsi Kalbar, untuk mendengar aspirasi dan memastikan program pembangunan berjalan di semua daerah," jelasnya

Menurut Karolin, selama menjadi anggota DPR RI, dirinya sering diundang untuk hadir dalam Silaturahmi Ramadhan yang dilakukan Gubernur, Wakil Gubernur serta Sekretaris Daerah provinsi Kalbar. Dimana pada kegiatan ini, pemerintah daerah menggelar acara buka puasa bersama sekaligus meberikan bantuan, kepada organisasi dan kelompok masyarakat di 14 Kabupaten dan Kota.

"Saya memandang tradisi yang sudah dilakukan selama ini sangat baik dan wajib dilanjutkan. Hal ini sebagai bukti kerja pemerintah dan sikap pemerintah, yang harus ada serta berdiri di atas semua golongan. Kita juga akan gunakan silaturahmi selama bulan suci Ramadhan, sebagai upaya menjaring langsung masukan serta aspirasi dari masyarakat, khususnya umat muslim," kata Karolin.

Dalam Silaturami Ramadhan nanti, Karolin juga menggaransikan, jika semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan diikutsertakan. Tujuannya sudah jelas, agar pimpinan OPD itu mendengar langsung apa yang menjadi kendala di berbagai bidang pembangunan.

"Ya pasti, kita akan ajak itu kepala OPD di pemprov Kalbar. Nantikan mereka akan langsung dapat keluhan dari rakyat. Jadi kita akan mudah menindaklanjutinya," ungkap Karolin.

Selain Silaturahmi Ramadhan selama bulan puasa, Karolin dan Gidot juga akan melanjutkan kebiasaan yang dianggap sepele namun berdampak besar pada kerukunan hidup antar umat beragama di daerah ini. Misalnya memasang pernak-pernik khusus pada hari besar keagamaan.

"Mungkin rakyat Kalbar sudah tahu semua, jika di Istana Rakyat atau rumah dinas Guebrnur Kalbar, setiap perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Natal dan Imlek, selalu ada pernak-pernik khas di sana. Ini hal kecil, tapi dampaknya cukup besar, karena itu adalah simbol-simbol penting yang harus ada dan terpasang di rumah pimpinan daerah," pungkas Karolin.

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help