Home »

News

» Sains

Teliti Matahari Memecahkan Air, Profesor Asal Indonesia Raih Bintang Penghargaan dari Australia

Amal juga masuk dalam salah seorang dari 100 insinyur paling berpengaruh di Australia. Menekuni Sains Bidang yang digeluti Prof Rose Amal adalah

Teliti Matahari Memecahkan Air, Profesor Asal Indonesia Raih Bintang Penghargaan dari Australia
kompas.com
prof amal 

"Kadang ketika berbicara dengan anak-anak muda, mereka merasa STEM itu susah, dan mereka lebih baik memilih subjek pelajaran yang lebih mudah untuk mendapatkan nilai yang lebih bagus," katanya dalam wawancara dengan harian Australia The Sydney Morniing Herald.

"Kita memerlukan ilmuwan yang bagus, insinyur yang kreatif, dan pakar teknologi yang kreatif. Bila tidak, saya tidak yakin dengan masa depan kita semua," sambungnya.

Untuk itu, Rose Amal berpikir tentang pentingnya memberi inspirasi pada para anak muda pada bidang yang disukai. "Kita perlu mematangkan, memberikan insiprasi dan mendukung generasi muda kita," katanya lagi.

"Bila anak-anak kita tertarik dengan sepakbola, kita akan mencarikan pelatih yang baik. Kita juga harus melakukan hal yang sama dengan STEM," kata Prof Rose Amal lagi.

Sejak SMA Kisah Rose Amal menekuni bidang kimia bisa dibilang berawal dari sekolah menengah.

Setelah menamatkan pendidikan di SMA Santo Thomas di Medan, Rose Amal pindah ke Australia di bulan Oktober 1983 untuk melanjutkan pendidikan S1 di jurusan teknik kimia University of New South Wales di Sydney.

Menurutnya, dia sejak SMA sudah tertarik dengan ilmu kimia, fisika dan matematika. Walau orang tuanya sempat menyarankannya menjadi dokter, namun dia tak terlalu menyukai biologi.

Amal kemudian memilih Australia sebagai tempat melanjutkan pendidikannya. Rose sempat juga mempertimbangkan Amerika Serikat dan Kanada, namun dia merasa Australia lebih cocok karena dekat dengan Indonesia.

Setelah merampungkan gelar S1, Rose ditawari beasiswa untuk meraih gelar PhD (Doktor).

Selanjutnya, Amal bekerja di badan Australian Nuclear Science Technology Organization (ANSTO) selama sekitar 18 bulan.

Halaman
1234
Editor: Rihard Nelson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help