Teliti Matahari Memecahkan Air, Profesor Asal Indonesia Raih Bintang Penghargaan dari Australia

Amal juga masuk dalam salah seorang dari 100 insinyur paling berpengaruh di Australia. Menekuni Sains Bidang yang digeluti Prof Rose Amal adalah

Teliti Matahari Memecahkan Air, Profesor Asal Indonesia Raih Bintang Penghargaan dari Australia
kompas.com
prof amal 

"Photocatalysis katalis mengubah energi matahari menjadi energi kimia," jelasnya. 

Baca: Makhluk Misterius yang Terdampar di Namibia Ternyata Hewan Penyelam Pemegang Rekor

"Saat saya memulai kerja saya dalam bidang photocatalysis, saya meneliti tentang bagaimana kita bisa menggunakan cahaya matahari untuk menguraikan polutan di air atau bahan organik di udara," tambahnya.

Contoh-contoh polutan atau organik di udara, misalnya parfum dan bahan pembersih yang bisa terhirup.

"Reaksi kimia sudah banyak digunakan di industri, untuk membersihkan air. Biasanya bahan kimia digunakan untuk menghancurkan polutan di air," kata Profesor Amal.

"Jadi pada dasarnya penelitian saya mencari tahu apakah kita bisa memanfaatkan matahari untuk proses ini, karena di Australia banyak sinar matahari," imbuhnya.

Dalam proses pembersihan air, Profesor Amal sedang meneliti cara untuk menjadikan titanium dioksida memiliki sifat seperti magnet. Ini dilakukan agar senyawa itu bisa dipisahkan dengan mudah dari air dengan menggunakan medan magnet.

Namun, menurutnya, proses pemurnian air dengan photocatalysis mungkin terlalu mahal untuk diterapkan dalam skala besar dan untuk kebutuhan sehari-hari.

Membimbing Anak Muda Selain melakukan penelitian, Prof Amal juga membimbing para mahasiswa termasuk mereka yang berasal dari Indonesia.

"Sekarang ini di fakultas 24 persen mahasiswa adalah perempuan, jadi saya berharap dalam lima sampai 10 tahun mendatang jumlah mahasiswa perempuan dan laki-laki akan berimbang," katanya lagi.

Selain itu, Rose Amal juga berusaha mendorong para siswa sekolah menengah di Australia untuk menekuni bidang STEM (sains, teknologi, teknik dan matematika).

Halaman
1234
Editor: Rihard Nelson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help