Politisi Gerindra Sebut Jokowi Ngibul, Ini Penjelasan Presiden dan Menlu!

"Yahya Staquf dan Jokowi sama-sama ngibul tentang undangan ke Israel," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono.

Politisi Gerindra Sebut Jokowi Ngibul, Ini Penjelasan Presiden dan Menlu!
Biro Pers Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo berpidato dalam acara penyerahan sertifikat hak atas tanah di Masjid Jamiatul Huda Ketaping Bypass, Padang, Sumatra Barat, Senin (21/5/2018) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Partai Gerindra mengkritik keras Presiden Joko Widodo terkait kedatangan Katib Aam Nahdlatul Ulama yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf ke Israel. Presiden pun didesak untuk mengevaluasi Yahya dari posisinya sebagai Anggota Wantimpres.

Gus Yahya datang ke Israel untuk berbicara dalam diskusi yang diadakan organisasi Yahudi Amerika, American Jewish Committee (AJC) Global. Dia mengaku datang untuk membela Palestina di hadapan Israel.

"Yahya Staquf dan Jokowi sama-sama ngibul tentang undangan ke Israel," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono.

AJC Global sempat merilis video pemaparan Gus Yahya lewat kanal YouTube. Dalam video tersebut pun tidak secara khusus membahas kondisi Palestina.

Ferry pun kemudian menuding pemerintahan Jokowi mengikuti cara-cara Israel. Ini menyusul informasi dari BIN yang menyebut ada sejumlah masjid yang terindikasi menganut paham radikal, khususnya di Jakarta.

"Jadi bisa kita mengerti sekarang kenapa pemerintahan Jokowi mengecap masjid, kampus, ormas, dosen atas nama memerangi jihad karena sesuai persepsi yang dibangun Israel. Pikiran pemerintah Jokowi stereotipe dengan pikiran Israel," ucap Ferry.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade ikut mengkritik Gus Yahya. Dia menyebut Yahya tak benar-benar peduli dengan persoalan Palestina.

"Kalau bicara soal Palestina, tentu dalam pidato beliau seharusnya menyinggung masalah Palestina. Dan yang perlu diketahui, sebagai pejabat negara, tentu tidak bisa seenaknya saja menyatakan ini sebagai kapasitas pribadi," tutur Andre.

Dia lalu menyarankan agar posisi Gus Yahya sebagai anggota Wantimpres dikaji ulang. Ini menurut Andre agar bisa menunjukkan kepada dunia, Indonesia tak berpihak kepada Israel.

"Saran kami kepada Pak Jokowi, posisi Pak Yahya lebih baik dievaluasi kembali. Karena negara Indonesia mendukung kebijakan kemerdekaan Palestina, bukan berpihak kepada penjajah seperti Israel," kata Andre.

Halaman
12
Editor: haryanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved