Partisipasi Masyarakat Vaksinasi Rabies Hewan Peliharaan Masih Rendah di Kalbar

Abdul Manaf Mustafa mengakui rendahnya partipasi masyarakat lakukan vaksinasi hewan peliharaan akibatkan pihaknya terpaksa jemput bola.

Partisipasi Masyarakat Vaksinasi Rabies Hewan Peliharaan Masih Rendah di Kalbar
Net
Ilustrasi rabies 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Rendahnya partisipasi masyarakat untuk melakukan vaksinasi terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) khususnya anjing masih dijumpai di beberapa wilayah Kalimantan Barat. Hal ini jadi penyebab kasus rabies masih terjadi hingga merenggut korban jiwa.

Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa mengakui rendahnya partipasi masyarakat lakukan vaksinasi hewan peliharaan akibatkan pihaknya terpaksa menempuh strategi jemput bola.  

Baca: Semakin Panas! Penunjukkan Pelatih Spanyol Julen Lopetegui Jadi Juru Taktik Real Madrid

Baca: H-2 Lebaran, Pasar Sekadau Dipadati Masyarakat

“Karena kenyataan seperti itu, kami terpaksa door to door atau dari rumah ke rumah,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Rabu (13/6/2018).

Ia menegaskan sebenarnya yang diharapkan tidak seperti itu. Pihaknya berharap masyarakat yang seharusnya punya kesadaran tinggi untuk memvaksinasi anjing peliharaan. Sebab, suksesnya pengendalian rabies ditentukan oleh capaian vaksinasi HPR.

Baca: Pasukan Pengawal Presiden AS Harus Mampu Melemparkan dan Membanting Orang

Baca: Apresiasi Atas Bantuan Warga, Kapolsek Berikan Bingkisan

“Jadi, seharusnya masyarakat menetapkan waktu dan tempat untuk vaksinasi anjing secara massal. Lalu, petugas datang melakukan vaksinasi anjing. Tidak door to door,” katanya.

Beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengirim tim guna perbantuan vaksinasi di Kabupaten Kapuas Hulu. Gigitan HPR di Kapuas Hulu mencapai 130 kasus gigitan sejak Januari hingga kini.

Manaf menambahkan pihaknya menargetkan capaian vaksinasi 100 persen bagi kecamatan-kecamatan tertular rabies. Dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar hanya Kota Pontianak belum terpapar kasus rabies. Kasus gigitan HPR tertinggi terjadi di Kabupaten Landak sebanyak 770 kasus gigitan dengan jumlah empat orang meninggal dunia akibat positif rabies.

 “Di Sanggau juga ada empat orang korban meninggal dunia akibat positif rabies. Kami fokus ke daerah-daerah tertular untuk vaksinasi. Untuk kecamatan yang berbatasan dengan daerah kecamatan tertular capaian vaksinasi anjing minimal mencapai 70 persen,” terangnya.

 Kendati partisipasi masyarakat masih rendah, Manaf mengatakan sosialisasi dan vaksinasi terus dilakukan. Sosialisasi bertujuan mengingatkan masyarakat terhadap bahaya rabies.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help