17 OKP Dayak Se-Kalbar Buat Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Presiden MADN

Setidaknya ada empat poin yang termuat dalam pengaduan itu yakni pertama, Pemuda Dayak Kalimantan Barat membela penuh Cornelis selaku Presiden MADN

17 OKP Dayak Se-Kalbar Buat Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Presiden MADN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
7 Organisasi Kepemudaan (OKP) Dayak Se-Kalbar membuat pengaduan atas dugaan pencemaran nama baik Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis yang dilakukan oleh beberapa oknum melalui postingan video akun media sosial (Medsos) ke Polda Kalbar, Rabu (13/6/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – 17 Organisasi Kepemudaan (OKP) Dayak Se-Kalbar membuat pengaduan atas dugaan pencemaran nama baik Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis yang dilakukan oleh beberapa oknum melalui postingan video akun media sosial (Medsos) ke Polda Kalbar, Rabu (13/6/2018) siang.

Saat penyampaian pengaduan, 17 OKP itu didampingi oleh Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar Jakius Sinyor, Ketua Sekberkesda Josep Oedillo Oendoen dan lainnya.

Baca: Lewati Ramadan, Mahmudah Bakal Rayakan Lebaran Tahun Ini Berbeda Dari Sebelumnya

Baca: Aurel Hermansyah Ubah Warna Rambutnya dari Blonde Menjadi Pink, Cantik yang Mana?

Setidaknya ada empat poin yang termuat dalam pengaduan itu yakni pertama, Pemuda Dayak Kalimantan Barat membela penuh Cornelis selaku Presiden MADN atas tindakan pencemaran nama baik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, yang telah dengan sengaja mengedit dan menyebarluaskan pidato pada kegiatan musyawarah tumenggung se-Kalbar di Hotel Kapuas Palace Pontianak beberapa waktu lalu.

Kedua, Pemuda Dayak Kalbar mendesak agar kepolisian daerah Kalbar untuk menangkap dan menghukum pelaku pengedit dan penyebar video hoaks yang telah membuat keresahan di tengah masyarakat Kalbar, khususnya masyarakat adat Dayak.

Baca: Pasukan Pengawal Presiden AS Harus Mampu Melemparkan dan Membanting Orang

Ketiga, pemuda Dayak Kalbar mendesak agar kepolisian daerah Kalbar untuk menangkap dan memproses hukum para pelaku yang berjumlah tiga orang dan sudah cukup lengkap buktinya serta dilaporkan secara resmi ke Polda Kalbar pada Rabu (13/6/2018).

Keempat, berdasarkan alasan-alasan di atas pemuda Dayak meminta Kapolda Kalbar agar segera menindaklanjuti serta memproses pengaduan sesuai hukum berlaku untuk keadilan dan kedamaian di Kalbar, khususnya untuk mengobati keresahan masyarakat adat Dayak.

Usai menerima pengaduan, Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Kalbar AKBP Aris Aminullah menegaskan pengaduan yang disampaikan masih perlu pendalaman dan profiling.

“Karena ini terkait kasus spesialis yang harus menggunakan ahli untuk didalami,” ungkapnya saat diwawancarai awak media di ruang SPKT Polda Kalbar.

Profiling akan dilakukan terhadap akun media sosial Facebook (FB) yang memposting konten yang diadukan oleh 17 OKP Dayak se-Kalbar. Pihaknya tetap berkoordinasi dengan ahli bahasa, ahli pidana dan ahli Informasi Teknologi (IT) guna pendalaman aduan itu.

“Kalau sudah dapat keterangan ahli yang mengatakan ada unsur pidana dan pelanggaran, maka akan kami gelarkan dan naikkan statusnya menjadi LP dan diproses secara hukum,” terangnya.

AKBP Aris menambahkan dalam pengaduan itu ada sekitar empat orang terduga yang dilaporkan. Sebelum ada pengaduan dari 17 OKP Dayak yang berada di bawah naungan DAD Kalbar, Aris menegaskan Polda Kalbar sudah melakukan patroli siber crime terhadap akun yang dilaporkan itu.

“Sebelumnya sudah kita profiling dan dalami. Terkait yang diadukan sudah kita panggil dan interogasi. Untuk arah pendalaman kita sudah koordinasi dengan ahli,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help