Terjadi Peningkatan Kasus DBD, Ini Langkah Dinas Kesehatan

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengadakan penyuluhan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Terjadi Peningkatan Kasus DBD, Ini Langkah Dinas Kesehatan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, St Emanuel 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, St Emanuel mengungkapkan, pihaknya berupaya untuk menekan terjadinya peningkatan angka kasus DBD tahun ini.

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengadakan penyuluhan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Kemudian, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan kegiatan fogging apabila ada kasus,” ujarnya, Selasa (12/6/2018).

Baca: Sekolah di Teknik Kimia SMK-SMTI Pontianak, Ade Maulana Sibak Misteri Masa Kecilnya

Emanuel mengatakan, namun perlu pengertian dan pemahaman dari semua lapisan masyarakat.

Sebab, kata dia, fogging dinilai kurang efektif lantaran fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dijelaskannya, ada empat faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit. Pertama lingkungan sebesar 40 persen, kedua perilaku sebesar 30 persen, pelayanan kesehatan sebesar 20 persen dan keturunan sebesar 10 persen.

“Dari dua faktor tersebar itu ada ditangan individu. Maka harapan kami sebagai pelayanan kesehatan, untuk menekan kasus tersebut mari dikeluarga berbuat melakukan 3M plus. Mendaur ulang barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, menguras bak-bak air, menutup rapat tempat penampungan air,” pungkasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help