Suhu Udara di Kalbar Akan Lebih Panas Dari Biasanya, Ini Yang Perlu Diwaspadai

Kecepatan angin lebih rendah 2-3 m/s dari rata-ratanya. Kecepatan angin terbesar 12.9 m/s (Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak).

Suhu Udara di Kalbar Akan Lebih Panas Dari Biasanya, Ini Yang Perlu Diwaspadai
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Mempawah, Wan Dayantolis merilis Prospek Iklim Dasarian Provinsi Kalbar, data update 11 Juni 2018.

"Suhu udara akan lebih panas dari biasanya, Waspada potensi titik panas meningkat," ungkapnya, Selasa (12/6/2018).

Analisisnya, kondisi iklim di wilayah Kalimantan Barat, berdasarkan pengamatan dari UPT BMKG wilayah Kalimantan Barat, terpantau bahwa selama periode 10 hari terakhir ini (1-10 Juni 2018), arah angin dominan dari arah Selatan hingga Barat Daya.

Baca: Satgas Saber Pungli Sambas Tetapkan 3 Pemeras Sopir Taksi di PLBN Aruk Jadi Tersangka

Baca: Terminal dan Dermaga Sambas Mulai Dipadati Penumpang

Kecepatan angin lebih rendah 2-3 m/s dari rata-ratanya. Kecepatan angin terbesar 12.9 m/s (Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak).

"Suhu udara menyimpang sebesar 0.8oC dari rata-ratanya. Suhu udara tertinggi sebesar 35.4°C (Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak dan Stasiun Meteorologi Nangapinoh Melawi). Curah hujan berkurang 2-10 mm per dasarian. Dengan nilai curah hujan 0-60 mm per dasarian. Akumulasi curah hujan pada 10 hari terakhir, di wilayah Kalimantan Barat pada umumnya berkurang," jelasnya.

Baca: Polri Bentuk Tim Khusus Amankan Pilkada di Sejumlah Daerah

Baca: Rasa Cinta Terhadap Masyarakat dan Daerah Yang Mendorong Karolin Ikut Pilkada Kalbar

Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yang dapat dijelaskan melalui kondisi (1) ENSO yang dinyatakan netral hingga akhir tahun, sehingga faktor dinamika atmosfer lainnya lebih berpengaruh.

Demikian pula halnya dengan dipole mode; (2) Anomali suhu muka laut lebih rendah dari biasanya, potensi produktivitas uap air dan awan menjadi berkurang; sehingga kondisi tersebut menngakibatkan pembentukan awan curah hujan berkurang.

"Secara umum curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada 10 hari ke depan (11-20 Juni 2018), diprakirakan berkisar antara 0-30 mm lebih rendah dari biasanya, hal ini disebabkan karena suhu muka laut lebih rendah dari biasanya sehingga pembentukan awan dan curah hujan menjadi berkurang," terangnya.

Suhu udara di wilayah Kalimantan Barat pada 10 hari ke depan, diprakirakan lebih panas 0.7-1.0oC dari biasanya.

"Peringatan dini, waspada peningkatan potensi titik panas di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat," tegasnya.

Meningkatnya suhu udara karena curah hujan yang rendah, perlu diantisipasi.

Masyarakat diimbau untuk antisipasi dehidrasi dan jaga selalu kesehatan.

"Demikian prospek iklim dasarian provinsi Kalimantan Barat, sekiranya informasi ini dapat bermanfaat bagi Mitra Iklim Kalbar seiring kian pentingnya informasi iklim bagi sektor kehidupan masyarakat," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved