Pemkab Sintang Jamin Tidak Ada Guru ASN di Daerah 3T Pindah ke Pusat Kota

Sehingga untuk daerah-daerah 3T masih saja dilema dengan permasalahan kekurangan tenaga pendidik...

Pemkab Sintang Jamin Tidak Ada Guru ASN di Daerah 3T Pindah ke Pusat Kota
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Wakil Bupati Sintang Askiman saat meninjau kondisi sekolah di SDN 41 Kebangak, sekolah ini hanya memiliki satu guru ASN dan dibantu satu guru kontrak daerah serta satu guru tidak tetap (GTT). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Wakil Bupati Sintang Askiman menjamin bahwa selama kepemimpinannya bersama Bupati Sintang Jarot Winarno, pemerintah daerah tidak akan membiarkan terjadinya perpindahan guru yang berstatus ASN dari daerah 3T ke pusat kota.

Menurutnya Askiman, penempatan guru di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) merupakan pilihan pribadi. Sebab saat penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bersangkutan telah memilih formasi tersebut.

Baca: Pedagang di Sintang Jamin Stok dan Harga Daging Sapi Aman Hingga Lebaran

Baca: OMK Keuskupan Sintang Akan Gelar Temua Akbar di Putussibau

"Itu sudah menjadi pilihan mereka sendiri. Mereka memilih sendiri ketika menjadi ASN. Dengan demikian kita berharap jangan sampai mereka ketika diangkat menjadi pegawai negeri sipil lalu berharap dipindahkan ke kota," katanya, Selasa (12/6/2018) siang.

Terlebih menurutnya saat ini guru-guru berstatus ASN menumpuk di pusat kota.

Sehingga untuk daerah-daerah 3T masih saja dilema dengan permasalahan kekurangan tenaga pendidik.

Hal inilah menjadi hal yang harus segera diatasi.

Baca: Roy Kiyoshi Ramal Bencana Besar 2018! Mayat Bergelimpangan di Mana-mana

Baca: Masyarakat Banjar Serasan Bersyukur Dapat Bagian Zakat Mujahidin

"Sampai hari ini kita tidak akan merekomendasikan dan meloloskan untuk guru 3T ini pindah ke kota, pindah ke antar Kabupaten dan bahkan antar pulau. Kita merasakan kekurangan guru di desa-desa," tambahnya.

Sementara itu, untuk tenaga guru kontrak daerah yang sudah direkrut dan yang baru akan direkrut, Askiman berharap dapat sedikit mengurangi masalah kekurangan guru di daerah 3T. Sehingga aktivitas juga sangat dituntut.

"Karena kita kekurangan, kita berharap aktivitas dari guru-guru kontrak daerah ini jangan sampai malah tidak sesuai. Kalau mereka tidak melaksanakan aktivitasnya selama 54 hari bisa kita berhentikan," jelasnya.

Sebab itu, Askiman berpesan untuk semua guru yang ada di daerah pedalaman dan pedesaan dengan struktur dan kriteria yang ada mereka memiliki tunjangan khusus, laksanakanlah tanggungjawab dengan sebaik-baiknya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help