Viral Sosial Media

Nekat Parah! Perjuangan Mudik Saat Ketinggalan Kapal, Rela Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Namun tak ingin menyerah, pemudik ini lantas nekat menyusul kapal yang sudah berangkat menggunakan perahu cadik berukuran kecil.

Nekat Parah! Perjuangan Mudik Saat Ketinggalan Kapal, Rela Lakukan Hal Tak Terduga Ini
Facebook
Seorang pemudik yang nekat mengarungi laut dengan sampan demi mengejar kapal saat ketinggalan belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mudik sudah menjadi tradisi yang sudah turun-temurun di kalangan masyarakat Indonesia.

Lebaran tidak akan lengkap jika tidak kembali ke kampung halaman.

Demi melakukan hal yang satu ini, tak jarang pemudik melakukan hal-hal nekat untuk mencapai tujuannya.

Baca: 3 Kerugian Mudik Pakai Sepeda Motor, Tak Hanya Bahaya!

Baca: 15 Meme Mudik Lebaran Ini Bakal Hibur Kamu, Ngakak Kuy!

Seperti yang baru-baru ini terjadi, seorang pemudik terlihat melakukan hal nekat yang membahayakan bahkan bisa dikatakan mempertaruhkan nyawa.

Hal ini awalnya dilakukan saat pemudik ini ketinggalan kapal yang diketahui adalah KMP Legundi Lombok-Surabaya .

Namun tak ingin menyerah, pemudik ini lantas nekat menyusul kapal yang sudah berangkat menggunakan perahu cadik berukuran kecil. 

Baca: Pernah Dilabeli Presiden Jomblo, 6 Wanita Cantik Pernah Dipacari Baim Wong Sebelum Paula Verhoeven

Baca: Ngeri, Warga Tangkap Ular Raksasa Usai Memangsa Ternak

Video yang diabadikan oleh salah satu penumpang kapal ini lantas banyak dibagikan di media sosial diantaranya facebook Yuni Rusmini.

"Ya Allah....
Demi bisa lebaran ke kampung halaman. 
Penumpang kapal yg ketinggalan , nekat Naik sampan mengejar kapal sampai di tengah lautan yang berbahaya.
Resiko nyawa taruhannya sangat besar membahayakan .
Tolong jangan di tiru...
#lokasi di kapal KMP Legundi Lombok-Surabaya,"tulisnya 

Dalam video tersebut, terlihat  perjuangan pemudik  yang sangat gigih untuk menaiki kapal tersebut hanya demi mudik lebaran dan bisa berkumpul bersama keluarga.

Dengan perlahan dan hati-hati mereka meniti kayu kecil dan berpegangan pada seutas tali yang sebelumnya dikaitkan dengan sampan tersebut agar tidak berjauhan.

Halaman
12
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help