Ini Sejumlah Poin Yang Perlu Dievaluasi di PLBN Aruk

Ada sejumlah poin yang menjadi perhatian, dalam mudik lebaran tahun 2018 ini, di gerbang perbatasan PLBN Aruk

Ini Sejumlah Poin Yang Perlu Dievaluasi di PLBN Aruk
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Pejabat dari Kementerian Sosial melakukan kunjungan kerja ke PLBN Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ada sejumlah poin yang menjadi perhatian, dalam mudik lebaran tahun 2018 ini, di gerbang perbatasan PLBN Aruk, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas.

Setelah Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili dan Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadiprabowo bersama Forkopimda melakukan pengecekan PLBN Aruk, jelang arus mudik lebaran, pada Sabtu (9/6/2018).

Kegiatan Forkopimda Sambas ini, dimulai dengan pengecekan kesiapan personel lintas sektoral di PLBN Aruk.

Kemudian pemeriksaan sarana dan prasarana di PLBN Aruk, pengecekan tugas masing-masing instansi terkait, dalam kesiapan menyambut arus mudik.

Baca: POM Kalbar Pasang Ketupat Di Jalan Raya, Sambutan Warga Positif

Pemantauan situasi seputaran PLBN Aruk, baik di pintu masuk dan keluar, serta di kawasan titik nol.

Hadir dalam pengecekan tersebut, Wakil Bupati Sambas, Hairiah. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar. Kasatpol PP Sambas, Rustina. Serta Kasat Lantas Polres Sambas, AKP Aditya Octorio Putra.

"Ada sejumlah hal yang menjadi pembahasan dalam kegiatan ini. Di antaranya kesiapan PLBN Aruk menjelang lebaran. Komunikasi Forkopimda dengan pemudik, serta menginventarisir permasalahan pelayanan di PLBN Aruk," ungkap Kasat Lantas Polres Sambas, AKP Aditya Octorio Putra, Selasa (12/6/2018).

Dalam kegiatan tersebut, ada beberapa penekanan oleh Forkopimda berdasarkan temuan di PLBN Aruk, untuk ditindak lanjuti serta dievaluasi.

Pertama, masih ada mobil pribadi yang masuk ke wilayah PLBN.

Baca: Debat Ketiga Pilgub Kalbar, Ketua KPU Kalbar Sebutkan Sejumlah Perbedaan Tehnisnya

"Kemudian barang yang dibawa pelintas, ternyata mendahului dari pelintasnya. Seharusnya barang dan pelintas bersamaan. Semua barang, baik bagasi dan hand carry di scan dalam satu lintasan x-ray, sehingga menghambat mobilisasi pelintas," paparnya.

Selanjutnya, porter yang membawa barang, malah tidak mengetahui siapa pemilik barang yang dibawanya, sehingga sangat beresiko barang pelintas tertukar atau bahkan hilang.

"Sistem choke passpor, masih manual, memperlambat pelintas. Taksi gelap masih hilir mudik di PLBN Aruk. K9 custom stand di PLBN dengan jumlah minim. Pelintas masih banyak yang memiliki kendala baca tulis ketentuan di borang, sehingga banyak barang bawaan melebihi kapasitas. Kapasitas ruang tunggu pelintas perlu di tingkatkan," sambungnya

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help